Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

EDGE Kantongi Kredit Rp1,7 Triliun untuk Ekspansi Data Center

2 min read
EDGE Kantongi Kredit Rp1,7 Triliun untuk Ekspansi Data Center
Ilustrasi data center, cloud, dan edge untuk kebutuhan komputasi AI. (ESCOM Events official)
  • EDGE dan anak usahanya EDG memperoleh fasilitas kredit hingga Rp1,7 triliun dari BCA, berjangka sembilan tahun dengan skema suku bunga mengambang.
  • Dana pembiayaan dialokasikan untuk belanja modal, perluasan jaringan fiber optik, serta pembangunan dan pengembangan pusat data guna memenuhi peningkatan permintaan layanan digital.
  • Fasilitas ini menambah liabilitas perusahaan dan dijamin aset bernilai lebih dari 50 persen kekayaan bersih; nilainya juga melampaui 50 persen ekuitas EDGE per Juni 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — PT Indointernet Tbk (EDGE) bersama anak usahanya, PT Ekagrata Data Gemilang (EDG), memperoleh tambahan fasilitas pembiayaan hingga Rp1,7 triliun dari PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA. Pendanaan tersebut disiapkan untuk menopang kebutuhan bisnis, termasuk pengembangan pusat data dan infrastruktur digital.

Fasilitas kredit itu menambah jumlah pembiayaan yang sebelumnya telah dimiliki perseroan. Pinjaman tersebut memiliki tenor sembilan tahun dengan skema suku bunga mengambang (floating rate).

Dana dari pinjaman baru tersebut akan dialokasikan untuk kebutuhan umum perusahaan, termasuk belanja modal, perluasan jaringan kabel fiber optik, serta pembangunan dan pengembangan proyek pusat data. Ekspansi tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan pelanggan terhadap layanan data center dan infrastruktur digital.

"Fasilitas tersebut akan memperkuat kapasitas pembiayaan untuk pengembangan bisnis sekaligus memberikan fleksibilitas dan likuiditas keuangan bagi perseroan dan anak usaha," kata manajemen EDGE, mengutip keterbukaan informasi BEI, Rabu (7/10).

Untuk menjamin fasilitas pinjaman baru maupun pinjaman lama yang telah berjalan, EDGE dan EDG menggunakan sejumlah aset sebagai agunan. Nilai aset yang dijaminkan melebihi 50 persen dari total kekayaan bersih masing-masing perusahaan. EDG juga menambahkan aset berupa salah satu bidang tanah dan bangunan, berikut mesin serta peralatan yang dimiliki perusahaan, sebagai jaminan khusus untuk fasilitas pinjaman baru.

"Jaminan tersebut diberikan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam dokumen agunan terkait," kata manajemen.

Dari sisi penggunaan dana, fasilitas baru tersebut akan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas proyek data center serta infrastruktur digital EDGE dan EDG. Langkah itu menjadi bagian dari respons perusahaan terhadap pertumbuhan permintaan pelanggan atas layanan pusat data.

Di sisi neraca, penarikan fasilitas BCA akan menambah liabilitas EDGE dan EDG, di samping memberikan ruang pendanaan yang lebih besar bagi kedua perusahaan untuk menjalankan rencana pengembangan bisnis.

Manajemen menilai fasilitas tersebut dapat membantu menjaga fleksibilitas struktur keuangan sekaligus menyediakan likuiditas untuk kebutuhan operasional dan investasi. Fasilitas kredit ini juga diharapkan dapat meningkatkan fleksibilitas dan likuiditas keuangan serta mendukung arus kas perseroan dan EDG dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Hingga Juni 2026, EDGE membukukan total ekuitas sebesar Rp1,81 triliun. Dengan nilai fasilitas kredit yang mencapai Rp1,7 triliun, transaksi tersebut setara dengan lebih dari 50 persen nilai ekuitas perseroan.

    Share Article
    Editorial Team
    Ekarina .
    EditorEkarina .

    Related Articles

    See More