Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Strategi Daihatsu dan Isuzu Hadapi Serbuan Mobil Cina ke Indonesia

3 min read
Strategi Daihatsu dan Isuzu Hadapi Serbuan Mobil Cina ke Indonesia
Rokky Irvayandi, Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor saat acara Astra Media Day 2026 di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9). (Eko Wahyudi/Fortune Indonesia)
  • Daihatsu menghadapi masuknya sedikitnya delapan merek baru dan 36 model pada 2026 dengan mempertahankan fokus kendaraan pertama berharga di bawah Rp300 juta, segmen yang dikuasainya 33 persen.
  • Hingga Agustus 2026, penjualan Daihatsu mencapai 97.000 unit atau naik 9 persen. Strateginya diperkuat melalui jangkauan luar Jawa, daerah, serta kemudahan pembelian, perawatan, dan penjualan kembali.
  • Isuzu mempertahankan daya saing kendaraan komersial lewat kualitas-produktivitas, harga-kemudahan, layanan pelanggan, dan dukungan proaktif; pangsa pasar ritelnya mencapai 26,1 persen hingga Agustus 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE - Persaingan industri otomotif Indonesia kian ramai dengan kedatangan merek-merek asal Cina. Tidak hanya menawarkan harga kompetitif, para pendatang baru tersebut membawa teknologi elektrifikasi, fitur, dan desain yang makin beragam.

Kondisi ini membuat pemain lama, termasuk Daihatsu dan Isuzu, harus mempertajam strategi untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Direktur Marketing & Corporate Function PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Rokky Irvayandi, mengatakan sepanjang 2026 setidaknya terdapat delapan merek baru yang masuk ke Indonesia dengan sekitar 36 model baru. Menurut dia, bertambahnya pemain justru menunjukkan besarnya daya tarik pasar otomotif Indonesia.

“Kami menyadari bahwa setiap brand pasti memiliki target customer-nya masing-masing dan setiap brand akan memiliki strategi bagaimana untuk bisa melayani customer dengan baik,” kata Rokky dalam Astra Media Day 2026 di Menara Astra, Jakarta, Rabu (23/9).

Hingga Agustus 2026, penjualan Daihatsu 97.000 unit, naik 9 persen dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu. Salah satu penopangnya adalah segmen kendaraan dengan harga di bawah Rp300 juta.

Berdasarkan data yang dipaparkan Daihatsu, kendaraan dengan harga di bawah Rp300 juta masih mendominasi pasar dengan kontribusi 49 persen hingga Agustus 2026. Segmen Rp300 juta-500 juta menyumbang 31 persen, sedangkan kendaraan di atas Rp500 juta sekitar 20 persen.

Pada segmen di bawah Rp300 juta tersebut, Daihatsu menguasai 33 persen pangsa pasar. Artinya, strategi Daihatsu bukan semata-mata menghadapi merek Cina dengan mengikuti perang teknologi atau fitur, melainkan mempertahankan relevansi produk bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan pertama dengan harga terjangkau.

Core customer kami adalah di segmen di bawah Rp300 juta. Khususnya untuk core customer, bagi kami mereka sangat berperan untuk motorisasi di Indonesia,” ujar Rokky.

  1. Tak hanya mengandalkan Jawa

    Default Image
    Default Image

    Strategi Daihatsu juga bertumpu pada penyebaran pasar di luar kota-kota besar. Rokky mengatakan pembeli mobil pertama tidak hanya berasal dari kawasan urban di Pulau Jawa, tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia.

    Berdasarkan paparan Daihatsu, 55 persen penjualan Daihatsu berasal dari luar Jawa, lebih tinggi dibandingkan dengan kontribusi pasar nasional di luar Jawa yang sebesar 39 persen.

    Dari sisi karakter wilayah, 45 persen penjualan Daihatsu berasal dari daerah, sedangkan pasar nasional masih didominasi area perkotaan dengan porsi 68 persen.

    Karena itu, Daihatsu tidak hanya mengandalkan produk. Perusahaan juga berupaya membangun kemudahan sepanjang periode kepemilikan kendaraan, mulai dari pembelian, perawatan, hingga penjualan kembali.

    “Pelanggan itu tidak hanya membutuhkan produknya saja, bukan hanya produk yang efisien, desainnya bagus, fitur yang lengkap, tetapi juga berbagai kemudahan untuk membelinya, kemudahan untuk merawatnya, hingga kemudahan untuk menjual kembali,” kata Rokky.

    Pendekatan tersebut menjadi penting ketika pemain baru menawarkan produk dengan fitur yang makin agresif. Bagi Daihatsu, persaingan tidak hanya terjadi pada spesifikasi kendaraan, tetapi juga pada ekosistem kepemilikan dan kemampuan menjangkau konsumen di berbagai wilayah.

  2. Isuzu fokus pada biaya dan produktivitas

    Default Image
    Default Image

    Strategi berbeda diterapkan Isuzu karena bermain terutama pada segmen kendaraan komersial. Direktur Solusi Bisnis dan LCV Business PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Anjar Rosjadi, mengatakan masuknya merek-merek baru Cina ke segmen kendaraan komersial justru menunjukkan pasar Indonesia memiliki daya tarik besar.

    Menurut Anjar, bertambahnya pemain dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi konsumen. Namun, Isuzu akan mempertahankan daya saing melalui nilai yang diberikan sepanjang masa penggunaan kendaraan.

    Value yang kami tawarkan sebagai produsen kendaraan komersial harus bisa sangat relevan dan tetap kuat seiring dengan kondisi yang ada,” ujar Anjar.

    Isuzu mengandalkan empat nilai utama, yakni quality and productivity, price and easy, customer care, serta proactive support solution.

    Strategi tersebut berjalan ketika kinerja Isuzu masih menunjukkan pertumbuhan. Hingga Agustus 2026, Isuzu mencatatkan pangsa pasar kendaraan komersial 26,1 persen berdasarkan penjualan ritel YTD. Traga menguasai 50,3 persen pangsa pada segmennya, sedangkan Elf 18,9 persen dan Giga 18,3 persen.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More