Jakarta, Fortune - PT Telkom Indonesia menentukan langkah strategis untuk memfokuskan bisnis infrastruktur digital nasional melalui konsolidasi jaringan serat optic (fiber optic). Strategi ini krusial untuk mengurai inefisiensi industri sekaligus memperkuat fondasi kedaulatan digital Indonesia.
Peran infrastruktur fiber optic semakin vital di tengah percepatan ekonomi digital saat ini. Bukan sekadar jaringan pendukung, fiber optic kini menjadi tulang punggung utama bagi konektivitas, komputasi awan (cloud), hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Chief Strategy Officer Telkom, Seno Soemadji menekankan bahwa posisi strategis tersebut menempatkan infrastruktur digital sebagai bagian dari kepentingan nasional.
“Kedaulatan digital berbicara terhadap kemampuan bangsa untuk menentukan strategi, implementasi, dan operasional infrastruktur digital untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada bangsa,” ujarnya.
Namun, di balik urgensi tersebut, ia menjelaskan, industri telekomunikasi nasional menghadapi potensi inefisiensi akibat fragmentasi pasar yang tinggi. Dengan lebih dari seribu penyedia layanan internet (ISP), kompetisi yang kian ketat justru berpotensi memicu duplikasi aset dan berdampak pada kualitas layanan.
Untuk itu, Seno menggarisbawahi tantangan utama industri ini bukan terletak pada ketersediaan investasi, melainkan pada alokasi yang berpotensi tumpang tindih dan belum merata.
