Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Susunan Direksi dan Komisaris Waskita Karya (WSKT) Usai RUPST
Kantor pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) (dok. Waskita)
  • RUPST Waskita Karya 2025 memutuskan mempertahankan seluruh jajaran direksi dan komisaris

  • Muhammad Hanugroho tetap sebagai Direktur Utama dan Sutrisno sebagai Komisaris Utama.

  • Keputusan ini diambil untuk menjaga kesinambungan strategi bisnis di tengah proses restrukturisasi keuangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — PT Waskita Karya Tbk (WSKT) mempertahankan susunan direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025.

Keputusan ini diambil di tengah proses restrukturisasi dan penyehatan keuangan yang masih dijalankan emiten konstruksi pelat merah tersebut.

RUPST yang digelar di Gedung Waskita Karya, Jakarta, Jumat (8/5), menyepakati tidak ada perubahan jajaran pengurus perseroan. Muhammad Hanugroho tetap menjabat Direktur Utama, sedangkan posisi Komisaris Utama masih dipegang Sutrisno.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengatakan keputusan mempertahankan manajemen dilakukan untuk menjaga kesinambungan strategi bisnis perusahaan di tengah transformasi.

“Dengan keputusan ini, kami optimistis dapat memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan. Kombinasi strategi digital dan konektivitas global diharapkan mampu mendukung pertumbuhan bisnis perseroan,” ujar Ermy, dikutip Selasa (19/5).

Susunan direksi dan komisaris Waskita usai RUPST

Direksi

  • Direktur Utama: Muhammad Hanugroho

  • Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno

  • Direktur Business Strategic, Portfolio, & Human Capital: Rudi Purnomo

  • Direktur Operasi I: Ari Asmoko

  • Direktur Operasi II: Paulus Budi Kartiko

Dewan Komisaris

  • Komisaris Utama: Sutrisno

  • Komisaris Independen: Aqila Rahmani

  • Komisaris Independen: Muhammad Harrifar Syafar

  • Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri

  • Komisaris: Ade Abdul Rochim

  • Komisaris: Hasby Muhammad Zamri

Mengacu pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), masa jabatan Muhammad Hanugroho sebagai Direktur Utama berlangsung hingga 14 Desember 2028. Sementara Sutrisno menjabat Komisaris Utama hingga 23 Desember 2030.

Di level direksi, Wiwi Suprihatno menjabat hingga 24 Juni 2027, Rudi Purnomo hingga 15 Februari 2027, Ari Asmoko sampai 22 Mei 2029, serta Paulus Budi Kartiko hingga 23 Desember 2030. Masa jabatan untuk jajaran komisaris lainnya berlaku hingga 20 Agustus 2030.

Restrukturisasi WSKT jadi fokus utama

Keputusan mempertahankan jajaran manajemen sejalan dengan progres restrukturisasi keuangan Waskita yang masih berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Perseroan mencatat penurunan total utang sebesar 20,16 persen menjadi Rp67,1 triliun hingga akhir 2025, dibanding posisi 2023 yang mencapai Rp84 triliun.

Beban keuangan juga turun menjadi Rp4 triliun. Selain itu, Waskita telah menyelesaikan kewajiban pajak past due sebesar 100 persen.

Dari sisi operasional, WSKT membukukan pendapatan usaha Rp8,82 triliun sepanjang 2025. Perseroan mencatat Nilai Kontrak Baru (NKB) sebesar Rp12,52 triliun.

Dalam beberapa tahun terakhir, Waskita menjalankan sejumlah langkah restrukturisasi, termasuk peninjauan ulang Master Restructuring Agreement (MRA) kepada kreditur perbankan pada 2023. Perseroan melakukan restrukturisasi tiga seri obligasi non-penjaminan pada Februari 2024.

Selain restrukturisasi, perusahaan melanjutkan strategi divestasi jalan tol. Pada 2025, Waskita menyelesaikan divestasi Jalan Tol Cimanggis–Cibitung dengan nilai transaksi Rp3,28 triliun.

Profil dan lini bisnis Waskita Karya

Waskita merupakan salah satu perusahaan konstruksi BUMN tertua di Indonesia. Perusahaan awalnya berdiri sebagai perusahaan asing bernama Volker Aannemings Maatschappij N.V sebelum dinasionalisasi pemerintah pada 1961.

Waskita resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada Desember 2012 dengan kode saham WSKT. Saat IPO, perusahaan memperoleh dana publik sekitar Rp1,2 triliun.

Bisnis inti Waskita berada di sektor konstruksi, meliputi pembangunan gedung, jalan, proyek sumber daya air, hingga engineering, procurement, and construction (EPC). Selain itu, perusahaan memiliki lini investasi melalui Waskita Toll Road, Waskita Karya Realty, serta bisnis pracetak melalui Waskita Precast.

Waskita Toll Road menjadi salah satu kontributor utama pendapatan grup dengan kepemilikan 10 ruas jalan tol di Pulau Jawa dan Sumatra. Di sektor properti, Waskita Karya Realty mengembangkan 13 proyek hunian dan superblock.

Perusahaan juga menggarap sejumlah proyek strategis nasional hingga akhir 2025. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Jalan Tol IKN Seksi 3B

  • Jalan Tol Palembang–Betung

  • Bendungan Jragung

  • Bendungan Mbay

  • Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi.

Selain proyek domestik, Waskita tercatat menjadi perusahaan konstruksi BUMN Indonesia pertama yang menggarap proyek internasional, contohnya di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Timor Leste.

FAQ seputar susunan direksi dan komisaris Waskita

Siapa Direktur Utama Waskita Karya saat ini?

Direktur Utama Waskita Karya saat ini dijabat Muhammad Hanugroho.

Apakah ada perubahan direksi dan komisaris dalam RUPST WSKT 2025?

Tidak, Waskita memutuskan mempertahankan seluruh jajaran direksi dan komisaris.

Berapa total utang Waskita hingga akhir 2025?

Total utang Waskita tercatat sebesar Rp67,1 triliun hingga akhir 2025.

Apa bisnis utama Waskita Karya?

Bisnis utama Waskita berada di sektor konstruksi dan pengembangan infrastruktur.

Editorial Team