Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Restrukturisasi BUMN Karya Masuk Tahap Final

Restrukturisasi BUMN Karya Masuk Tahap Final
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (tengah), Kepala BP BUMN Dony Oskaria (kanan), dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin (kiri) melihat maket proyek pembangunan rumah susun di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin (16/3). ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin
Intinya Sih
  • Restrukturisasi BUMN Karya yang dipimpin Danantara Asset Management telah memasuki tahap akhir sebagai fondasi transformasi menuju konsolidasi bisnis.
  • Langkah utama restrukturisasi mencakup impairment laporan keuangan dan penataan ulang struktur utang agar neraca perusahaan lebih sehat.
  • Tahap selanjutnya adalah konsolidasi berbasis kompetensi inti, membagi BUMN Karya ke tiga kelompok besar: building, infrastruktur, dan EPC untuk meningkatkan fokus serta efisiensi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - Upaya pembenahan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor konstruksi kini tengah memasuki babak akhir. Danantara memastikan proses restrukturisasi yang menjadi fondasi transformasi perusahaan-perusahaan pelat merah tersebut hampir rampung, sekaligus menandai berakhirnya era beban keuangan yang berlarut.

Kepala BP BUMN sekaligus CEO Danantara Asset Management, Dony Oskaria, menyatakan restrukturisasi ini merupakan pintu masuk wajib sebelum BUMN Karya melangkah ke fase berikutnya: konsolidasi bisnis ke dalam tiga kelompok utama.

"Restrukturisasi sudah hampir final. Setelah ini mereka masuk ke fase konsolidasi," ujar Dony dalam keterangannya, Senin (16/3).

Dalam membedah fundamental korporasi, Danantara menempuh langkah radikal. Salah satu poin penting yang dilakukan adalah impairment terhadap laporan keuangan. Langkah ini diambil demi membersihkan "noda" atau beban masalah yang selama ini membayangi kinerja perusahaan.

Tidak berhenti di sana, penataan ulang struktur utang pun dikebut agar entitas konstruksi negara ini memiliki neraca yang lebih bugar sebelum memasuki tahap integrasi bisnis yang lebih masif.

Setelah fondasi keuangan dianggap kokoh, arsitektur baru BUMN Karya akan dipetakan berdasarkan kompetensi inti. Seluruh entitas akan dikelompokkan ke dalam tiga poros bisnis utama: konstruksi gedung (building), infrastruktur, serta engineering procurement and construction (EPC). Strategi ini sengaja dirancang untuk memangkas tumpang tindih bisnis yang selama ini memicu inefisiensi, sekaligus mempertajam spesialisasi masing-masing perusahaan.

Dony optimistis duet maut antara restrukturisasi keuangan dan konsolidasi bisnis ini akan membawa BUMN Karya menuju kondisi yang lebih sehat, baik dari sisi likuiditas maupun tata kelola (governance). Ia menggantungkan asa agar transformasi ini dapat terealisasi sepenuhnya dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan tahun ini kita punya BUMN-BUMN yang akan sehat dan governance-nya menjadi lebih baik,” ujarnya.

Dony menekankan proses "operasi besar" ini dilakukan dengan prinsip keterbukaan. Ia bahkan mengundang publik dan media untuk tidak sungkan mengawasi jalannya pembenahan.

Baginya, kontrol sosial adalah bagian penting dalam menjaga aset yang sejatinya milik rakyat.

“Kalau ada yang tidak baik, tidak benar, langsung diangkat saja. Itu bagian dari kontrol kita terhadap BUMN yang memang milik rakyat,” katanya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Business

See More