Jakarta, FORTUNE – PT Amartha Financial Group (Amartha) telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp13,2 triliun di 2025. Jika dihitung sejak awal berdiri di 2010, Amartha penyaluran pembiayaan tercatat lebih dari Rp37 triliun kepada lebih dari 3,7 juta UMKM di lebih dari 50.000 desa.
Founder & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra menyatakan, pertumbuhan ini tercipta berlandaskan pemahaman Amartha akan kebutuhan dan perilaku masyarakat pedesaan serta pemanfaatan teknologi AI secara tepat guna, sebagai faktor kunci Amartha dalam menjaga kualitas portofolio.
“Secara loan growth, kami tumbuh (lebih dari) 20 persen. Secara NPL (TWP90) kami jaga di sekitar 4 persen,” ungkap Taufan saat konferensi pers di Jakarta, Jumat, (23/1).
Taufan menambahkan, 2025 menjadi tahun Amartha berevolusi menjadi fintech yang tidak hanya menyalurkan peer to peer lending saja, namun juga menyediakan layanan keuangan lengkap termasuk simpanan digital dan sistem pembayaran.
“Perkembangan ini juga diiringi dengan semakin kuatnya tata kelola dan mitigasi risiko. Kombinasi pemahaman market, produk yang relevan, tata kelola, dan partnership dengan institusi global, menjadi fondasi Amartha untuk terus tumbuh berkelanjutan,” kata Taufan.
Amartha memang telah memperoleh izin dompet digital dari Bank Indonesia (BI) yang semakin melengkapi layanan keuangan digital di AmarthaFin. Dengan satu aplikasi, pengguna dapat melakukan investasi mikro, pembayaran digital dan jaringan AmarthaLink, hingga pengajuan pinjaman modal kerja yang cepat. Layanan ini sesuai dengan karakteristik UMKM akar rumput yang membutuhkan layanan keuangan cepat, mudah, dan terjangkau.
Selain itu, untuk mendukung masyarakat yang belum terjangkau oleh akses layanan keuangan digital, Amartha membangun jaringan program AmarthaLink. Melalui program ini, pengguna aplikasi AmarthaFin dapat menawarkan layanan pembayaran digital seperti pembayaran pulsa dan cicilan, kepada komunitas sekitar yang membutuhkan.
Pada akhir 2025, lebih dari 50.000 pengguna sudah bergabung di program AmarthaLink sebagai solusi perluasan infrastruktur dan layanan digital di perdesaan. Serta di tahun 2026, Amartha tetap fokus menjangkau jutaan UMKM akar rumput di Indonesia dan mendorong pertumbuhan inklusif.
