Harga sebagian besar barang dan jasa cenderung meningkat saat inflasi. Untuk mengurangi risiko penurunan nilai riil kekayaan, investor dapat mempertimbangkan komoditas sebagai bagian dari portofolio.
Nilai komoditas kemungkinan bertahan atau naik seiring kenaikan harga secara umum. Karena itu, instrumen ini kerap digunakan sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.
Komoditas yang banyak diminati investor terdiri dari energi, minyak kelapa sawit, hasil pertanian, dan logam mulia. Meski permintaannya relatif tinggi, harga komoditas tetap dapat berfluktuasi akibat perubahan pasokan, permintaan global, kondisi geopolitik, dan kebijakan pemerintah.
Itulah sejumlah aset terbaik saat inflasi yang dapat menjaga nilai kekayaan. Anda bisa memanfaatkannya untuk diversifikasi portofolio agar risiko lebih tersebar dan ketahanan investasi tetap terjaga.
Aset apa saja yang nilainya meningkat seiring inflasi? | Aset yang berpotensi naik saat inflasi seperti properti, komoditas, dan logam mulia. |
Apakah harga emas mampu mengalahkan inflasi? | Emas mampu melindungi nilai aset dari inflasi dalam jangka panjang. Namun, investor perlu mewaspadai fluktuasi jangka pendek. |
Bagaimana cara melindungi kekayaan dari inflasi? | Anda dapat memindahkan aset dari dana dingin ke instrumen investasi lindung nilai, bijak dalam berbelanja, dan mengurangi utang konsumtif. |