Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Bagaimana Membangun Kebiasaan Investasi yang Sehat?

Bagaimana Membangun Kebiasaan Investasi yang Sehat?
ilustrasi investasi (pexels.com/AlphaTradeZone)
  • Tentukan tujuan, target dana, dan jangka waktu investasi agar strategi serta instrumen selaras dengan kebutuhan dan toleransi risiko.
  • Pastikan kebutuhan utama, dana darurat, dan kondisi keuangan terpenuhi; gunakan uang dingin serta hindari utang berbunga tinggi untuk investasi.
  • Mulai dari nominal terjangkau secara rutin, pahami instrumen tanpa FOMO, lalu evaluasi dan rebalancing portofolio sesuai rencana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kebiasaan investasi yang sehat dapat dibangun dengan berinvestasi secara rutin sesuai kondisi keuangan. Tidak perlu langsung dalam jumlah besar, investor dapat memulainya dengan nominal yang terjangkau dan menggunakan dana yang tidak dialokasikan untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain konsisten, investor perlu memahami instrumen yang dipilih dan mengevaluasi portofolio secara berkala. Nah, berikut cara membangun kebiasaan investasi yang sehat.

  1. Bagaimana membangun kebiasaan investasi yang sehat?

  2. 1. Tentukan tujuan dan jangka waktu investasi

    Langkah pertama adalah menentukan tujuan investasi. Tujuan tersebut dapat berupa membeli rumah, menyiapkan biaya pendidikan, dana pensiun, atau kebutuhan finansial lainnya.

    Setelah itu, tentukan target dana dan jangka waktu untuk mencapainya. Keduanya dapat menjadi acuan dalam memilih strategi dan instrumen investasi yang sesuai.

  3. 2. Pastikan kondisi keuangan sudah siap

    Sebelum berinvestasi, pastikan kebutuhan utama dan dana darurat sudah terpenuhi. Dana darurat setara dengan tiga hingga enam bulan pengeluaran penting.

    Gunakan uang dingin untuk berinvestasi dan hindari dana dari utang berbunga tinggi. Dengan begitu, investasi tidak perlu dicairkan untuk memenuhi kebutuhan rutin atau pengeluaran mendesak.

  4. 3. Mulai dari nominal yang terjangkau

    Nominal investasi tidak harus besar untuk membentuk kebiasaan. Investor dapat memulainya dari jumlah yang tidak mengganggu kebutuhan bulanan dan kemudian meningkatkannya secara bertahap.

    Kebiasaan menyisihkan dana secara rutin juga membuat investasi menjadi bagian dari pengelolaan keuangan. Beberapa produk investasi bahkan memungkinkan pembelian dengan nominal relatif kecil. Jadi, besarnya modal awal bukan satu-satunya faktor yang menentukan konsistensi.

  5. 4. Jadwalkan investasi secara berkala

    Menentukan jadwal investasi dapat menjaga konsistensi. Misalnya, investor dapat mengalokasikan dana setiap bulan setelah menerima pendapatan.

    Cara lain yang dapat digunakan adalah Dollar Cost Averaging (DCA), yaitu berinvestasi dengan nominal tetap secara berkala tanpa mengikuti pergerakan harga pasar. Investor juga dapat mengatur transfer otomatis ke akun investasi agar jadwal tetap berjalan rutin.

  6. 5. Pelajari instrumen dan hindari FOMO

    Memahami produk yang dibeli menjadi bagian penting dari kebiasaan investasi. Investor perlu mengetahui karakteristik, risiko, potensi imbal hasil, dan cara kerja instrumen sebelum menempatkan dana.

    Kebiasaan ini juga membantu investor menghindari Fear of Missing Out (FOMO) atau keputusan karena mengikuti tren. Instrumen yang dipilih investor lain belum tentu sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko pribadi.

  7. 6. Evaluasi portofolio secara berkala

    Portofolio perlu ditinjau untuk memastikan alokasi aset masih sesuai dengan tujuan dan profil risiko. Evaluasi juga dapat digunakan untuk melihat apakah ada perubahan pada kebutuhan finansial atau strategi investasi.

    Peninjauan tidak berarti investor harus bereaksi terhadap setiap perubahan harga. Peninjauan dan rebalancing berfungsi untuk menjaga alokasi portofolio tetap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

    Dengan pola tersebut, kebiasaan investasi yang sehat bisa dijalankan secara konsisten. Demikian langkah yang dapat dilakukan untuk membangun kebiasaan investasi yang sehat.

    FAQ seputar cara membangun kebiasaan investasi yang sehat

    Apa langkah pertama membangun kebiasaan investasi yang sehat?

    Tentukan tujuan investasi, jangka waktu, dan target dana sebelum memilih instrumen.

    Apakah investasi harus dimulai dengan nominal besar?

    Tidak, investasi dapat dimulai dari nominal terjangkau yang tidak mengganggu kebutuhan utama.

    Apa yang dimaksud uang dingin dalam investasi?

    Uang dingin adalah dana yang tidak dibutuhkan untuk kebutuhan penting dalam waktu dekat.

    Seberapa sering portofolio perlu dievaluasi?

    Portofolio dapat ditinjau secara berkala untuk memastikan alokasinya tetap sesuai dengan tujuan dan profil risiko.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More