Jakarta, FORTUNE – PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS) optimis membidik pertumbuhan double digit untuk bisnis wealth management di 2026. Pertumbuhan ini diklaim tidak berbeda jauh dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan 2025.
Head of Investment & Insurance Product, Consumer Banking Group Bank DBS, Djoko Sulistyo menilai, ekonomi di 2026 akan lebih baik sehingga akan meningkatkan minat dari investor pasar modal. Untuk itu, Bank DBS ingin mengambil momentum pertumbuhan tersebut.
“Kita termasuk agresif sebenarnya dalam melakukan investasi. Kalau itu pertumbuhan (wealth management) itu selalu tumbuh double digit,” kata Djoko di Jakarta, (19/1).
Untuk meraih target pertumbuhan itu, perseroan menyiapkan sejumlah strategi, antara lain peningkatan penetrasi pasar, mulai dari sisi akuisisi nasabah baru maupun penguatan penawaran bagi nasabah eksisting. Menurutnya, kunci pertumbuhan bisnis pengelolaan dana nasabah kaya terletak pada komunikasi produk yang tepat sasaran.
Di sisi lain, lanjut Djoko, peran asuransi melalui kanal bancassurance juga mengambil peran penting terhadap bisnis wealth management. Bahkan, Ia mengklaim bisnis bancassurance mencatatkan pertumbuhan kuat yang disokong oleh premi baru.
Bisnis bancassurance DBS Indonesia juga didominasi oleh produk asuransi tradisional dengan porsi sekitar di atas 70 persen. Sementara sisanya berasal dari produk unit link serta asuransi umum. Kondisi ini mencerminkan preferensi nasabah DBS yang cenderung mencari kepastian manfaat dan perencanaan jangka panjang, dibandingkan eksposur risiko pasar.
