Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Bantu Petani Kopi, DBS Salurkan Pembiayaan US$20 Juta ke Sucden Coffee

ilustrasi teknologi untuk membantu petani kopi (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi teknologi untuk membantu petani kopi (pexels.com/cottonbro studio)
Intinya sih...
  • DBS Indonesia salurkan pembiayaan US$20 juta ke Sucden Coffee Indonesia untuk dukung modal kerja petani dan UMKM di seluruh Indonesia.
  • Pendanaan pre-shipment dirancang untuk tingkatkan likuiditas petani kopi pra-ekspor dan memperluas kesempatan menjual produk ke pasar lokal maupun ekspor.
  • Pendanaan juga melengkapi visi keberlanjutan jangka panjang Sucden Group pada tahun 2050, termasuk pelatihan bagi petani kecil dan peningkatan proporsi kopi bersertifikat berkelanjutan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Bank DBS Indonesia (DBS Indonesia) menyalurkan fasilitas pembiayaan sustainable pre-shipment senilai US$20 juta atau sekitar Rp360 miliar untuk Sucden Coffee Indonesia. Fasilitas ini untuk memberikan dukungan modal kerja kepada jaringan pemasok kopi lokal Sucden, khususnya petani dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh Indonesia.

Head of Institutional Banking Group DBS Indonesia, Anthonius Sehonamin menyatakan,  inisiatif ini untuk mendorong ekonomi yang inklusif dan praktik keberlanjutan jangka panjang di industri kopi tanah air.

“Dengan memperkuat rantai pasok pertanian Indonesia melalui akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan aspirasi kami untuk menjadi Best Bank for a Better World. Kami senang dapat bermitra dengan Sucden Coffee Indonesia untuk memajukan industri kopi serta memperkuat ketahanan petani kopi lokal,” kata Anthonius melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa (13/1).

Pendanaan untuk tingkatkan likuiditas petani kopi pra-ekspor

IMG_20251002_151255.jpg
Petani kopi di Kintamani, Bali (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Ia menambahkan, fasilitas pre-shipment dirancang untuk meningkatkan likuiditas petani kecil dan UMKM dalam rantai pasok Sucden. Dengan menyediakan akses pembiayaan pada tahap pra-ekspor, fasilitas ini membantu menstabilkan arus kas petani dan sekaligus memperluas kesempatan mereka menjual produk ke pasar lokal maupun ekspor. Tentu rencana ini sejalan dengan semangat UU No. 20 Tahun 2008 yang mendorong pengembangan UMKM melalui kemudahan pembiayaan dan akses pasar.

Sementara itu, Chief Financial Officer Sucden Coffee, Elliott Commissaire menyatakan, pendanaan ini juga melengkapi visi keberlanjutan jangka panjang Sucden Group pada tahun 2050. Sekaligus target jangka pendek di tahun 2025, yang meliputi pelatihan tahunan bagi petani kecil tentang praktik pertanian yang baik. Serta, peningkatan proporsi kopi bersertifikat atau terverifikasi berkelanjutan dalam volume perdagangannya.

“Fasilitas ini meningkatkan kemampuan kami untuk memberikan dukungan keuangan tepat waktu kepada basis pemasok kami, terutama petani kecil. Kami menghargai kemitraan Bank DBS Indonesia seiring kami terus membangun rantai nilai kopi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” pungkas Elliott.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Finance

See More

Bantu Petani Kopi, DBS Salurkan Pembiayaan US$20 Juta ke Sucden Coffee

14 Jan 2026, 08:22 WIBFinance