Emas Fisik Sempat Langka, Pegadaian Pastikan Pasokan Memadai

Pegadaian memastikan pasokan emas fisik tetap aman.
Rasio ketersediaan emas digital dan fisik dijamin satu banding satu.
Pegadaian mengelola ekosistem emas hingga 136 ton.
Jakarta, FORTUNE – Tingginya minat masyarakat untuk membeli dan berinvestasi emas sempat membuat komoditas tersebut mengalami kelangkaan. Antrean panjang calon pembeli di berbagai gerai emas batangan seperti Antam dan Pegadaian pada awal 2026 tak terhindarkan.
Merespons kondisi tersebut, Direktur Teknologi Informasi dan Digital PT Pegadaian, Yos Iman Jaya Dappu, memastikan pasokan emas fisik di Pegadaian memadai. Ia juga mengimbau masyarakat tidak khawatir mengenai keakuratan produk emas digital.
Sebab, Pegadaian menjamin rasio ketersediaan emas fisik dan emas digital satu banding satu sesuai dengan yang disimpan di brankas perseroan. Ia menjelaskan, emas langka lantaran perusahaan perlu waktu untuk mencetak dan memotong emas batangan besar menjadi ukuran kecil yang diminati masyarakat.
“Emas yang ada di tempat penyimpanan Pegadaian itu bentuknya kiloan. Jadi di dalam 1 blok sekitar 1 kilo emas ada bagiannya nasabah (tabungan emas digital) milik A, milik nasabah B. Nah makanya kalau teman-teman ingin ambil yang ukuran kecil, cetak emas butuh waktu,” jelas Yos pada acara PRIMA Talkshow bertema “Cerdas Investasi, Finansial Pasti” di Jakarta, Kamis (5/3).
Selain itu, untuk memudahkan nasabah mengambil emas fisik dari tabungan emas digital, Pegadaian juga telah menyediakan fasilitas 20 ATM emas di seluruh Indonesia. Ia menyadari jumlah ATM ini masih terbatas. Namun, tahun ini jumlahnya kemungkinan besar akan diperbanyak.
Sebagai perusahaan yang mendapatkan izin usaha Bullion, Pegadaian telah mengelola ekosistem emas di Pegadaian dengan volume 136 ton hingga 2025. Ekosistem ini mencakup portofolio agunan emas produk Gadai dan portofolio layanan Bank Emas Pegadaian.
Yos juga memastikan seluruh emas yang dikelola Pegadaian memiliki kadar 24 karat.
Untuk kelolaan Bank Emas, Pegadaian mengelola 33,7 ton, terdiri dari transaksi Tabungan Emas yang menembus 17,1 ton, transaksi Deposito Emas sebesar 2,18 ton, transaksi Cicil Emas mencapai 10,3 ton, serta transaksi Titipan Emas Korporasi dan Pinjaman Modal Kerja Emas yang terus bertumbuh.

















