Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

PT SMI Bakal Terbitin Obligasi Dengan Target Rp10 Triliun

PT SMI Bakal Terbitin Obligasi Dengan Target Rp10 Triliun
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah (paling kanan) bersama Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Aradita Priyanti (tengah)
Intinya Sih
  • PT Sarana Multi Infrastruktur berencana menerbitkan obligasi ritel senilai Rp8–10 triliun pada 2026 untuk memperkuat modal dan mendanai proyek infrastruktur nasional.
  • Langkah ini bertujuan memperluas partisipasi masyarakat dalam pendanaan pembangunan agar lebih inklusif dan tidak bergantung pada sumber pembiayaan terbatas.
  • Hingga akhir 2025, total dana yang dihimpun SMI mencapai Rp72,8 triliun dengan komposisi pendanaan dari surat utang, pinjaman pemerintah, serta fasilitas perbankan domestik dan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - PT Sarana Multi Infrastuktur akan menerbitkan obligasi khusus pada 2026 untuk menarik investor ritel.

Direktur Operasional dan Keuangan SMI, Aradita Priyanti menyampaikan, obligasi yang akan diterbitkan itu harapannya dapat memperkuat struktur permodalan dan mendanai berbagai proyek infrastruktur nasional.

"Rencana penerbitan obligasi tahun ini di kisaran Rp8 triliun hingga Rp10 triliun untuk penerbitannya," kata Aradita dalam mendia gathering di Jakarta, Selasa (3/3).

SMI menilai, keterlibatan masyarakat menjadi elemen penting untuk memperluas kapasitas pendanaan pembangunan. Dengan memperbesar ruang partisipasi masyarakat, pembangunan dapat berlangsung lebih inklusif dan berkelanjutan tanpa bergantung pada satu atau dua sumber pembiayaan saja.

Usaha di bawah naungan Kementerian Keuangan in pertama kali menerbitkan obligasi pada 2014, yang mana aktif menerbitkan di pasar domestik melalui berbagai instrumen, termasuk Green Bond, Sustainability Bond, Sukuk Mudharabah, serta penerbitan zero-coupon bond pertama Perseroan pada 2025.

Hingga akhir 2025, total dana yang dihimpun telah mencapai Rp72,8 triliun. Dari keseluruhan pendanaan, penerbitan surat utang mencakup 35 persen dari total komposisi pendanaan SMI.

Di sisi lain, SMI juga memperoleh pinjaman dari Pemerintah melalui Kementerian Keuangan senilai Rp15,1 triliun dan pinjaman two-steps loan dari lembaga multilateral seperti ADB, AIIB, World Bank senilai US$284 juta. Pinjaman pemerintah ini mengambil porsi 32 persen dari total pendanaan SMI.

Selain itu, fasilitas pinjaman bilateral dari 19 bank dengan total Rp29,6 triliun, diikuti pinjaman sindikasi sustainability linked loan senilai US$600 juta dari 45 bank. Adapun, pinjaman bank ini mencakup 32 persen dari keseluruhan pendanaan SMI.

SMI memiliki peringkat nasional AAA dari Pefindo, sehiingga pada posisi yang kokoh untuk terus memperluas ekosistem pembiayaan yang kredibel, transparan, dan berkelanjutan.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Finance

See More