SMI Ungkap Telah Danai 129 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp125 T

PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) telah mendanai 129 Proyek Strategis Nasional dengan total komitmen Rp125 triliun dan nilai proyek mencapai Rp692 triliun hingga akhir 2025.
Pendanaan SMI mencakup lima dari delapan program Asta Cita pemerintah.
Per Desember 2025, aset SMI mencapai Rp121,3 triliun dengan laba bersih Rp2,88 triliun yang naik 29 persen dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan kinerja keuangan yang solid.
Jakarta, FORTUNE - PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melaporkan hingga akhir 2025 telah menyalurkan pendanaan untuk 129 Proyek Strategis Nasinal (PSN).
"SMI sudah mendanai 129 proyek PSN dengan total komitmen Rp125 triliun dan total nilai proyeknya mencapai Rp692 triliun," ujar Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Aradita Priyanti dalam media briefing, Selasa (3/3).
Perusahaan dibawah Kementerian Keuangan ini pun menegaskan akan terus mengawal penyaluran dana agar pembangunan infrastruktur prioritas berjalan sesuai target.
Direktur Utama PT SMI, Reynaldi Hermansjah, menambahkan pendanaan terhadap lima dari delapan program Asta Cita pemerintah itu termasuk SMI yang biayai.
"Jadi cukup besar proyek-proyek yang merupakan bagian daripada program pemerintah saat ini dalam konteks Asta Cita itu," tambah Reynaldi.
Pembiayaan SMI terbagi atas segmen publik sebesar 16 persen dan korporasi 84 persen dari total portofolio. Pada pembiayaan publik, sektor jalan dan jembatan mendominasi 79 persen, sementara 21 persen sisanya mengalir ke sektor rumah sakit.
Sementara pada pembiayaan korporasi, kredit investasi mengambil porsi terbesar dengan kontribusi 67 persen, diikuti pembiayaan sindikasi 17,7 persen, serta pinjaman subordinasi, penyertaan saham, dan pembiayaan modal kerja. Dari sisi sektor, jalan tol mendominasi 35 persen portofolio korporasi, disusul ketenagalistrikan dan transportasi
Dari sisi kinerja keuangan, per 31 Desember 2025, aset SMI tercatat sebesar Rp121,3 triliun atau tumbuh tipis 1,03 persen secara tahunan.
SMI juga mencatat komitmen pembiayaan Rp168,7 triliun, meningkat dari periode 2024 yang sebesar Rp148,8. Ssementara realisasi penyaluran pembiayaan mencapai Rp94,5 triliun. Laba bersih tercatat Rp2,88 triliun, melejit 29 persen dari periode 2024 yang sebesar R2,2 triliun. Pendapatan usaha bersih mencapai Rp4,03 triliun, tumbuh tipis dari sebelumnya Rp4,02 triliun.

















