FINANCE

OJK Minta Perbankan Awasi Rekening yang Dipakai Transaksi Judi Online

Judi online dipandang merusak dan merugikan masyarakat.

OJK Minta Perbankan Awasi Rekening yang Dipakai Transaksi Judi OnlineIlustrasi Judi Online. Shutterstock/Stokkete.
31 August 2023
Follow Fortune Indonesia untuk mendapatkan informasi terkini. Klik untuk follow WhatsApp Channel & Google News

Jakarta, FORTUNE – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minta pihak perbankan turut mengawasi rekening nasabah yang digunakan untuk bertransaksi judi online. Sektor terrsebut juga diminta mebgawasi ketat profil nasabah.

Deputi Komisioner Hukum dan Penyidikan OJK, Rizal Ramadhani, menegaskan bahwa OJK melarang semua transaksi keuangan untuk judi online. “Sebenarnya judi online bukan pidana umum, melainkan menjadi concern larangan memfasilitasi kegiatan-kegiatan judi online seperti ini. Judi online ini kalau melibatkan rekening bank, kami minta tutup,” ujarnya dalam acara sosialisasi tindak pidana sektor jasa keuangan di Bali, Rabu (30/8).

Rizal mengatakan, langkah yang sebenarnya bisa dilakukan pihak jasa keuangan sebenarnya tidak terlalu sulit. “Mudah saja, kalau rekeningnya digunting, bisa selesai. Masalahnya, sejauh mana bank bisa lihat dana itu untuk judi,” katanya.

Masalah

ilustrasi judi (unsplash.com/Michał Parzuchowski)
ilustrasi judi (unsplash.com/Michał Parzuchowski)

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Kepolisian Daerah Bali, Kombes. Pol. Roy Hutton Marulamrata Sihombing, menyatakan, judi online bukan investasi, yang jadi persoalan adalah sejauh mana bank bisa mengawasi tujuan nasabah buka rekening untuk judi online atau menabung.

“Perputaran uang di rekening harus dimonitor. Kami pun kadang kalau mencurigai suatu transaksi, kami bekerja sama dengan bank untuk mengetahui profil nasabah. Ini bukan masalah yang sederhana, ini harus didalami,” kata Roy.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat, perputaran uang di rekening para pelaku judi online mencapai Rp81 triliun pada periode Januari-November 2022. Angka ini naik signifikan dari periode tahun sebelumnya yang mencapai Rp57 triliun.

Peringatan

ilustrasi judi (unsplash.com/Erik Mcleans)
ilustrasi judi (unsplash.com/Erik Mcleans)

Related Topics