Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Media Gathering PRIMA Talkshow BCA dan Jaringan PRIMA -03.jpg
Media Gathering PRIMA Talkshow BCA dan Jaringan PRIMA/Dok Jaringan PRIMA

Intinya sih...

  • PT Rintis Sejahtera dan BCA memperkuat keamanan transaksi digital untuk mencegah kejahatan siber.

  • Jaringan PRIMA bekerja sama dengan mitra untuk mendeteksi anomali transaksi dan mencegah penipuan serta memastikan nasabah tetap aman.

  • BCA mengembangkan teknologi deteksi dini berbasis AI, menerapkan prinsip zero trust, multi-layered authentication, dan melakukan audit keamanan secara berkala.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – PT Rintis Sejahtera, lembaga switching Indonesia sekaligus pengelola Jaringan PRIMA bersama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus memperkuat keamanan siber di transaksi digital dalam pesatnya perkembangan teknologi dan maraknya kejahatan siber.

Untuk memperkuat sistem keamanan dalam ekosistem pembayaran, Jaringan PRIMA terus memperkuat kolaborasi dengan para mitra dan proaktif memantau serta mendeteksi anomali transaksi untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan siber.

“Kami bekerja sama dan mendukung mitra kami untuk memantau serta mendeteksi anomali transaksi pada fraud detection system kami. Upaya ini penting agar mitra kami dapat segera menanggulangi jika terjadi penipuan dan memastikan nasabah tetap aman dalam bertransaksi,” kata Jeffrey Sukardi, selaku SEVP Information Systems Security PT Rintis Sejahtera di Jakarta, Rabu (27/8).

Di sisi lain, kasus kejahatan siber yang juga tengah marak saat ini ialah fake Base Transceiver Station (Fake BTS) atau BTS palsu yang menyamar sebagai menara seluler resmi untuk mengirim SMS palsu seolah-olah berasal dari bank atau operator. Modus penipuan ini memiliki tujuan menipu korban agar mengklik tautan phishing dan menyerahkan informasi pribadi. 

Selain itu, pelaku juga memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membuat rekaman video, foto, atau audio (deepfake) yang tampak asli guna menyamar sebagai korban demi memperoleh data pribadi maupun mengakses serta mengaktifkan akun keuangan.

Ini upaya proaktif BCA atasi kejahatan siber BTS palsu

Ilustrasi ATM BCA (https://www.google.com/amp/s/voi.id/amp/64720/terungkap-ternyata-layar-mesin-atm-bca-bisa-di-i-zoom-in-zoom-out-i)

Untuk mengatasi maraknya kejahatan fake BTS ini, Sugianto Wono selaku Vice President BCA menjelaskan pihaknya mengembangkan teknologi deteksi dini berbasis AI melalui sistem fraud detection dan machine learning untuk mengidentifikasi potensi ancaman siber secara real-time. Ia juga mengimbau kepada seluruh nasabah untuk bisa segera melaporkan kepada BCA bila menerima modus penipuan.

“Jadi, apa yang kita bisa lakukan saat ini, ya jika ada laporan (BTS palsu) ketika ada SMS phishing tadi kita sebisa mungkin langsung takedown link atau nomor yang ada di SMS itu,” kata Sugianto.

Selain itu, BCA juga aktif menerapkan prinsip zero trust, multi-layered authentication, serta melakukan audit keamanan secara berkala untuk memastikan sistem tetap tangguh terhadap berbagai bentuk serangan. Ia menambahkan, tantangan keamanan siber saat ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal kesadaran. 

“Di BCA, kami percaya bahwa perlindungan data pribadi adalah tanggung jawab bersama, antara institusi dan masyarakat. Karena itu, kami terus memperkuat sistem keamanan internal sekaligus mengedukasi nasabah agar lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan digital,” ujar Sugianto. 

Dengan demikian, untuk memerangi kejahatan siber tak cukup dengan kecanggihan teknologi saja. BCA menyadari bahwa aspek people adalah titik rawan yang paling sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Untuk itu, BCA aktif mengedukasi publik melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk kampanye nasional bertajuk “Don’t Know? Kasih No!”, sebuah gerakan literasi digital yang mengajak masyarakat untuk berpikir kritis dan tidak asal klik terhadap informasi yang tidak jelas sumber atau kredibilitasnya.

Editorial Team