Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
BI: Penyaluran Kredit Naik 9,4 Persen, Ditopang Kredit Investasi dan Properti
Carikredit.com
  • Bank Indonesia mencatat penyaluran kredit perbankan tumbuh 9,4% YoY hingga April 2026 dengan total Rp8.606,6 triliun, didorong oleh peningkatan kredit investasi dan properti.
  • Kredit investasi naik signifikan 18,4% YoY mencapai Rp2.624 triliun, terutama dari sektor konstruksi serta pengangkutan dan komunikasi yang menunjukkan ekspansi kuat.
  • Kredit konsumsi tumbuh 6% YoY dipicu kredit multiguna, sementara suku bunga kredit turun ke 8,70%, dan BI memproyeksikan pertumbuhan kredit akhir tahun di kisaran 8–12%.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 9,4 persen yang ditopang oleh peningkatan kuat pada segmen investasi dan properti mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap dinamis. Kenaikan signifikan di sektor konstruksi, pengangkutan, dan komunikasi menunjukkan perputaran modal produktif yang sehat, sementara tren penurunan suku bunga kredit menandakan kondisi pembiayaan yang semakin kondusif bagi dunia usaha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh perbankan mencapai 9,4 persen (YoY) dengan nilai Rp8.606,6 triliun hingga April 2026. Peningkatan ini didorong oleh penyaluran segmen kredit investasi dan properti yang tumbuh kuat.

Hal ini terungkap dalam data Analisis Uang Beredar dari Bank Indonesia periode April 2026. Bank sentral mencatat Kredit Investasi (KI) pada April 2026 tumbuh sebesar 18,4 persen (YoY), melanjutkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 20,1 persen (YoY).

Nilai dari kredit investasi ini bahkan mencapai Rp2.624 triliun.

“Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan pada sektor konstruksi serta sektor pengangkutan dan komunikasi,” demikian laporan yang dikutip di Jakarta, Jumat (22/5). 

Selain itu, penyaluran kredit properti pada April 2026 naik 17,5 persen (YoY) alias relatif stabil ketimbang bulan sebelumnya dengan nilai Rp1.684 triliun. Menurut catatan bank sentral, sektor ini terutama dipengaruhi oleh perlambatan pertumbuhan kredit konstruksi sementara pertumbuhan KPR dan KPA serta real estat meningkat. 

Kredit konstruksi tumbuh 46,0 persen (YoY), serta kredit properti KPR dan KPA naik 4,8 persen (YoY) dan untuk kredit real estat naik 13,9 persen (YoY).

Selanjutnya, untuk segmen Kredit Konsumsi (KK) pada April 2026 juga masih tumbuh 6,0 persen (YoY) yang dipengaruhi oleh perkembangan kredit multiguna yang berekspansi 8,5 persen (YoY). Di sisi lain, kredit kendaraan bermotor mengalami kontraksi 9,0 persen (YoY) dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi 8,9 persen (YoY).

Di sisi lain, rata-rata tertimbang suku bunga kredit pada April 2026 mencapai 8,70 persen atau masih mengalami tren penurunan dibandingkan dengan suku bunga kredit bulan sebelumnya yang sebesar 8,73 persen. 

Dengan kondisi tersebut, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan kredit pada akhir 2026 tetap terjaga pada kisaran 8 hingga 12 persen. Prospek ini didukung oleh masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan) sebesar Rp2.551,42 triliun atau 22,57 persen dari plafon kredit yang tersedia.

Apakah Anda optimis pertumbuhan kredit tetap kuat di 2026?

Editorial Team