Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

BI Perluas Implementasi QRIS Antarnegara ke Hong Kong dan Timor Leste

2 min read
BI Perluas Implementasi QRIS Antarnegara ke Hong Kong dan Timor Leste
Edukasi QRIS di acara Two Shores, One Story, One Connection yang diadakan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah di Sam Poo Kong Semarang, Sabtu (26/9/2026). (Dok. Bank Indonesia)
  • Bank Indonesia menargetkan QRIS Antarnegara terhubung dengan Timor-Leste dan Hong Kong pada 2027, diawali uji coba terbatas sebelum integrasi penuh.
  • Perluasan dilakukan untuk mengoptimalkan devisa pariwisata, mengingat 60,23 persen dari 15,39 juta wisman pada 2025 berasal dari negara di luar cakupan QRIS saat ini.
  • Sejak 2022 hingga Agustus 2026, QRIS Antarnegara di enam negara mencatat 17,8 juta transaksi inbound senilai Rp6,20 triliun dan net inbound Rp4,60 triliun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, FORTUNE — Bank Indonesia (BI) siap memperluas konektivitas sistem pembayaran QRIS Antarnegara ke Timor-Leste dan Hong Kong yang ditargetkan meluncur pada 2027. Aksi ini diambil guna memperkuat integrasi perekonomian nasional dengan ekosistem global sekaligus mengoptimalkan potensi penerimaan devisa dari sektor pariwisata.

Rencana perluasan konektivitas sistem pembayaran tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Aida S. Budiman, di sela-sela pergelaran Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Sabtu (26/9).

Sebagai tahap awal, bank sentral akan melakukan uji coba terbatas (sandboxing) terlebih dahulu sebelum menyambungkan sistem pembayaran secara penuh dengan negara mitra.

“Tahun depan akan diluncurkan. Itu dengan Timor-Leste,” ujar Aida.

Dia menjelaskan perluasan jangkauan ini penting mengingat tingginya volume kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang mencapai 15,39 juta pada 2025. Dari total kunjungan tersebut, 60,23 persen di antaranya merupakan wisatawan dari negara di luar cakupan QRIS Antarnegara saat ini.

Hingga kini, layanan QRIS Antarnegara telah terhubung dengan enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok.

Pada kesempatan sama, Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menegaskan perluasan konektivitas pembayaran antarnegara memegang peranan penting dalam menghubungkan perekonomian domestik dengan pasar internasional.

Inisiatif ini memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, perdagangan, pembukaan akses pasar bagi UMKM, penguatan inklusi keuangan, hingga peningkatan devisa dari wisatawan asing.

“Di tengah makin luasnya konektivitas global, Indonesia perlu mengambil peran lebih besar dengan tidak sekadar menjadi follower, tetapi menjadi trailblazer yang turut membuka jalan bagi konektivitas ekonomi global,” kata Filianingsih.

Ia menambahkan, keberhasilan perjalanan menuju konektivitas antarnegara membutuhkan sinergi dan kolaborasi erat dari seluruh pemangku kepentingan, mulai dari regulator, pelaku industri, dunia usaha, asosiasi, hingga masyarakat.

Berdasarkan data BI, sepanjang periode 2022 hingga Agustus 2026, layanan QRIS Antarnegara di enam negara mitra telah mencapai 17,8 juta transaksi wisatawan mancanegara di Indonesia (inbound) dengan nilai Rp6,20 triliun. Sementara itu, transaksi wisatawan Indonesia di luar negeri (outbound) mencapai 5 juta transaksi dengan nilai Rp1,85 triliun.

Dari akumulasi tersebut, transaksi QRIS Antarnegara membukukan net inbound senilai Rp4,60 triliun.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More