Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dana Kelolaan Nasabah Kelas Atas Meningkat, DBS Ungkap Strategi ke Depan
Bank DBS (dok. Bank DBS)
  • DBS mencatat pertumbuhan dana kelolaan, jumlah nasabah kelas atas, pendapatan, dan laba bersih dalam bisnis wealth management.

  • Nasabah mulai mengalihkan portofolio ke aset berisiko lebih rendah, termasuk obligasi dengan tenor pendek.

  • DBS memperluas pilihan produk serta akses melalui digital banking dan tim advisory sesuai kebutuhan nasabah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aset apa yang paling menarik untuk portofolio berisiko lebih rendah?
Vote Now
per Juli 2026

Dana kelolaan nasabah kelas atas melalui DBS Treasures Private Client tumbuh 13 persen secara tahunan. Rata-rata AUM per nasabah meningkat 15 persen.

Rabu (30/9)

Boy Suhendry menyampaikan pertumbuhan jumlah nasabah kelas atas setelah peluncuran Batavia Gold Sharia Equity USD di Jakarta.

Saat ini

Pilihan produk DBS mencakup valas, foreign exchange, structured product, reksa dana pendapatan tetap, hingga obligasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aset apa yang paling menarik untuk portofolio berisiko lebih rendah?
Vote Now
  • What?
    Bisnis wealth management DBS tumbuh, terlihat dari peningkatan nasabah kelas atas, dana kelolaan, pendapatan, dan laba bersih.
  • Who?
    PT Bank DBS Indonesia dan Head of Market Intelligence Boy Suhendry menyampaikan perkembangan bisnis tersebut.
  • Where?
    Informasi disampaikan usai peluncuran Batavia Gold Sharia Equity USD di Jakarta.
  • When?
    Per Juli 2026, dana kelolaan nasabah kelas atas tumbuh 13 persen secara tahunan; pernyataan disampaikan Rabu (30/9).
  • Why?
    Perkembangan bisnis dipengaruhi meningkatnya pengaruh perkembangan global terhadap kondisi domestik dan kebutuhan nasabah terhadap produk yang sesuai.
  • How?
    Pertumbuhan terlihat dari kenaikan nasabah dan dana kelolaan, sementara portofolio bergeser ke aset berisiko lebih rendah, terutama obligasi tenor pendek.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aset apa yang paling menarik untuk portofolio berisiko lebih rendah?
Vote Now

Bisnis mengatur uang di Bank DBS sedang tumbuh. Nasabah yang punya uang banyak bertambah, dan uang yang dikelola juga naik. Mereka mulai memilih investasi yang risikonya lebih kecil, seperti obligasi jangka pendek. DBS ingin menyediakan lebih banyak produk dan membantu nasabah lewat layanan digital serta penasihat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aset apa yang paling menarik untuk portofolio berisiko lebih rendah?
Vote Now

Pertumbuhan wealth management DBS menunjukkan peningkatan jumlah nasabah kelas atas dan dana yang dikelola. Kinerja pendapatan serta laba bersih juga ikut meningkat. Dari sisi layanan, pilihan produk diperluas dan akses diperkuat melalui digital banking serta tim advisory, sehingga kebutuhan nasabah dapat diakomodasi melalui pilihan investasi yang lebih beragam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Aset apa yang paling menarik untuk portofolio berisiko lebih rendah?
Vote Now

Jakarta, FORTUNE - Bank DBS mengungkapkan prospek bisnis wealth management ke depan. Bisnis ini diperkirakan masih akan terus tumbuh seiring meningkatnya dinamika ekoonimi global terhadap kondisi domestik.

Head of Market Intelligence PT Bank DBS Indonesia, Boy Suhendry mengatakan pertumbuhan tersebut antara lain terlihat dari peningkatan jumlah nasabah kelas atas serta dana yang dikelola. Di DBS, nasabah kelas atas adalah nasabah dengan dana minimum Rp10 miliar.

"Kalau di kelas atas, kita lihat dari jumlah customer dan jumlah pengelolaan. Kalau dilihat dari jumlah nasabah kami, ada kecenderungan trennya meningkat," kata Boy usai peluncuran Batavia Gold Sharia Equity USD di Jakarta, Rabu (30/9).

Hingga Juli 2026, DBS mencatta dana kelolaan nasabah kelas atas yang tercermin melalui DBS Treasures Private Client tumbuh 13 persen secara tahunan (yoy). Rata-rata AUM per nasabah juga meningkat 15 persen.

Selain itu, total income tumbuh 34 persen, dengan investment fee income meningkat 65 persen. Sementara itu, net profit after tax (NPAT) tumbuh 24 persen.

Dari sisi investasi, Boy mengatakan nasabah wealth management DBS juga mulai menggeser portofolionya ke aset dengan eksposur risiko yang lebih rendah. Salah satunya terlihat dari pergeseran pilihan pada instrumen obligasi, terutama dengan tenor yang pendek.

"Kalau ingin dapat cash flow juga, dia bisa shifting dari obligasi yang mungkin dulu jangka panjang yang menawarkan yield tinggi. Tapi sekarang shifting ke obligasi yang tenornya pendek," katanya.

Ia optimistis, perkembangan bisnis wealth management ke depan akan bergantung pada kemampuan bank menyediakan produk yang sesuai dengan kebutuhan nasabah. DBS juga memperluas akses terhadap produk tersebut melalui layanan digital banking dan tim advisory.

"Kita harus bisa mengakomodasi apa yang menjadi kebutuhan nasabah. Potensi wealth management kita akan semakin besar ke depan, terutama dari sisi produk. Range produk kita coba lengkapi," ujarnya.

Saat ini, pilihan produk yang ditawarkan mencakup valuta asing (valas), foreign exchange (FX), structured product, reksa dana pendapatan tetap, hingga obligasi.

Pilih strategi investasi yang paling sesuai

Aset apa yang paling menarik untuk portofolio berisiko lebih rendah?

See More

Editorial Team

EditorEkarina .

Related Article