Jakarta, FORTUNE – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengelolaan cadangan devisa (cadev) di tengah meningkatnya ketidakpastian global dan volatilitas pasar keuangan. Pengelolaan dilakukan secara lebih adaptif yang didukung oleh pemanfaatan teknologi relevan guna memperkuat kepercayaan investor serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah dinamika global.
Hal tersebut mengemuka pada pembukaan seminar internasional dalam rangkaian Forum Investasi Tahunan (FIT) Bank Indonesia 2026 bertema “Beyond the Old Playbook: Embracing a New Paradigm in Global Investment" yang diselenggarakan pada 29–30 Januari 2026, di Bali.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman, menyatakan, penerapan paradigma baru dalam pengelolaan cadangan devisa akan mendukung sinergi kebijakan nasional yang transformatif dan mendukung resiliensi nilai tukar yang stabil.
“Sinergi ini mencerminkan kesamaan visi dan langkah kebijakan yang terarah untuk mendorong transformasi ekonomi nasional, dan perlu terus diperkuat," kata Aida melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Jumat (30/1).
Tercatat, posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi sebesar US$156,5 miliar atau setara 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Ke depan, Bank Indonesia juga terus mengelola cadangan devisa dengan memerhatikan perkembangan suku bunga global, nilai tukar dolar AS, serta imbal hasil obligasi pemerintah AS. Upaya ini guna menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas perekonomian nasional.
