Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Incar Segmen Nasabah Kaya, AIA dan BCA Luncurkan Prestige Pro
Incar Segmen Nasabah Kaya, AIA-BCA Luncurkan Prestige Pro/Dok AIA
  • AIA dan BCA meluncurkan Prestige Pro, asuransi jiwa tradisional dolar AS untuk melindungi kekayaan dan mendukung perencanaan warisan nasabah ultra-kaya Indonesia.
  • Produk ini hadir saat populasi Indonesia dengan aset bersih minimal US$30 juta diproyeksikan meningkat 81,7 persen dalam lima tahun, dengan fokus kebutuhan pada pensiun dan kebebasan finansial.
  • Prestige Pro menawarkan perlindungan hingga usia 99 tahun, uang pertanggungan mulai US$150.000, serta premi 5 atau 10 tahun; peluncuran memperkuat kemitraan bancassurance AIA-BCA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT AIA Financial (AIA) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) meluncurkan produk Wealth Prestige Protection (Prestige Pro) demi merespons pesatnya pertumbuhan populasi orang super kaya di Indonesia.

Mereka menghadirkan solusi perencanaan keuangan dan perlindungan nilai kekayaan (wealth protection) berbasis mata uang dolar AS guna menjawab kebutuhan segmen ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) yang kian berkembang.

Peluncuran produk ini didorong oleh temuan The Wealth Report 2026 rilisan Knight Frank, yang melaporkan populasi orang beraset bersih minimal US$30 juta di Indonesia diproyeksikan melonjak 81,7 persen hingga 82 persen dalam lima tahun ke depan.

Pada saat bersamaan, riset Agility Wealth Lens 2026 Indonesia Report menunjukkan masyarakat kelas atas Indonesia berfokus pada rencana pensiun yang nyaman (52 persen), kebebasan finansial (51 persen), serta kesehatan dan kesejahteraan (45 persen).

Presiden Direktur AIA, Harsya Prasetyo, menyatakan perkembangan kekayaan mendorong perubahan kebutuhan nasabah dari sekadar akumulasi aset menuju perlindungan dan penyiapan warisan (legacy planning) bagi generasi penerus.

“Ketika kekayaan berkembang, kebutuhan nasabah pun bergerak dari sekadar membangun aset menuju bagaimana aset tersebut dapat dilindungi dan memberikan manfaat bagi generasi berikutnya. Karena itu, perencanaan warisan perlu menjadi bagian dari strategi keuangan jangka panjang,” ujar Harsya dalam diskusi media di Jakarta.

Prestige Pro dirancang sebagai produk asuransi jiwa tradisional bermata uang dolar AS dengan pilihan manfaat yang dapat disesuaikan. Produk ini menawarkan manfaat meninggal dunia yang optimal dan manfaat akhir polis, dilengkapi opsi manfaat hidup.

Fleksibilitas pembayaran premi tersedia untuk masa 5 atau 10 tahun, memberikan perlindungan hingga usia 99 tahun dengan uang pertanggungan mulai dari US$150.000.

Harsya berharap produk baru ini dapat semakin memacu kinerja pendapatan premi perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan unaudited per Mei 2026, pendapatan premi AIA mencapai Rp3,76 triliun dengan pendapatan premi neto Rp3,43 triliun.

Dari sisi perbankan, Direktur BCA, Haryanto Budiman, menyambut positif kehadiran produk ini bagi nasabah kaya BCA. Hingga Juni 2026, dana kelolaan atau asset under management (AUM) BCA tumbuh 16 persen secara tahunan (YoY) mencapai Rp339 triliun.

“Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya nilai kekayaan yang dipercayakan nasabah untuk dikelola oleh kami, sekaligus semakin pentingnya kebutuhan menjaga dan melindungi aset tersebut. Kolaborasi dengan AIA ini dapat memberikan nasabah tambahan pilihan serta ketenangan untuk pengamanan aset-asetnya dalam jangka panjang,” kata Haryanto.

Peluncuran Prestige Pro sekaligus memperkuat kerja sama bancassurance antara AIA dan BCA yang telah terjalin selama 20 tahun sejak 2006. Kemitraan ini berfokus menghadirkan solusi perlindungan kekayaan melalui perpaduan proteksi jiwa, manfaat kesehatan, dan layanan gaya hidup.

Curated For You

Editorial Team

Related Article