Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
_GAMBA~1.JPG
Ilustrasi Aplikasi Blu BCA Digital/Dok BCA Digital

Intinya sih...

  • Laba bersih BCA Digital naik 98 persen menjadi Rp213,4 miliar pada 2025.

  • Pendapatan operasional perusahaan naik 38 persen menjadi Rp1,5 triliun pada 2025.

  • Jumlah nasabah BCA Digital mencapai lebih dari 3,7 juta dengan penambahan lebih dari 500.000 pada 2025.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — PT Bank Digital BCA (BCA Digital) seperti membuktikan kematangan model bisnisnya dengan lonjakan laba bersih hingga 98 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp213,4 miliar sepanjang 2025. Catatan kinerja tersebut dipicu oleh efisiensi operasional dan besarnya volume transaksi melalui aplikasi blu by BCA Digital.

Head of Corporate Planning BCA Digital, Yoga T. Halim, menyatakan pendapatan operasional perseroan pun mengalami pertumbuhan, yakni 38 persen dalam setahun (YoY) mencapai Rp1,5 triliun.

Pertumbuhan laba yang hampir dua kali lipat ini melampaui laju pendapatan, yang mengindikasikan makin kuatnya efisiensi beban usaha perusahaan.

“Pertumbuhan profitabilitas yang hampir dua kali lipat ini berjalan selaras dengan kepercayaan masyarakat yang kian menebal,” ujar Yoga dalam keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Senin (9/2).

Hingga akhir 2025, basis pelanggan bank digital ini mencapai 3,7 juta, dengan penambahan lebih dari 500.000 pengguna baru dalam setahun terakhir. Pertumbuhan jumlah nasabah ini secara langsung memperkuat struktur pendanaan, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 22 persen dalam setahun (YoY) menjadi Rp14,3 triliun.

Pemanfaatan ekosistem Grup BCA juga menjadi katalis utama dalam fungsi intermediasi. BCA Digital sukses menyalurkan kredit senilai Rp8,6 triliun, tumbuh 31 persen (YoY) dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sinergi ini memungkinkan perusahaan menjaga kualitas serta pertumbuhan pembiayaan secara konsisten.

Sejalan dengan kuatnya kinerja finansial, inovasi produk tetap diarahkan pada strategi yang berpusat pada manusia (user-centric). Head of Corporate Communications BCA Digital, Nariswari Yudianti, menegaskan setiap fitur baru dalam blu bukan sekadar upaya mengejar keunikan produk (unique selling point), melainkan solusi nyata bagi kebutuhan hidup nasabah sekaligus upaya menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Memasuki 2026, BCA Digital telah menetapkan peta jalan strategis untuk memperluas dampak positifnya bagi Indonesia. Strategi tersebut akan bertumpu pada empat pilar utama: pertumbuhan berkelanjutan dan kepercayaan, perluasan ekosistem, peningkatan jangkauan, serta kontribusi sosial nyata.

Editorial Team