Jakarta,FORTUNE – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut menandai pertumbuhan 8,02 persen secara tahunan (year-on-year/YoY), disokong oleh ekspansi pembiayaan serta penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan perseroan mengarahkan penyaluran pembiayaan ke segmen ritel, UMKM, serta sektor komersial yang berfokus pada kesehatan dan pendidikan. Strategi ini dijalankan guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
“Kinerja solid BSI pada 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran,” ujar Anggoro dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Jumat (6/2).
Hingga akhir Desember 2025, perseroan telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp318,84 triliun, melonjak 14,49 persen (YoY). Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross pada level 1,81 persen dan NPF neto 0,47 persen.
Anggoro menekankan perbaikan kualitas ini merupakan hasil nyata dari manajemen risiko yang presisi serta disiplin dalam memantau dinamika industri.
Di sisi lain, penghimpunan DPK juga menunjukkan performa kuat dengan pertumbuhan 16,20 persen (YoY) menjadi Rp380 triliun.
Pencapaian tersebut didominasi oleh dana murah (CASA) yang mencapai 61,62 persen atau setara Rp234 triliun. Tabungan menjadi motor penggerak utama dengan pertumbuhan 15,72 persen (YoY) ke Rp162,63 triliun.
Tren positif DPK ini turut mendorong total aset perseroan naik 11,64 persen (YoY) menjadi Rp456 triliun.
Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menegaskan posisi tawar perseroan kian kokoh melalui layanan ekosistem haji dan peran sebagai bullion bank.
Dari sisi layanan haji, jumlah rekening tabungan telah melampaui 6 juta akun, yang diikuti kenaikan nasabah prioritas sebesar 17,30 persen (YoY).
“Tahun ini kami melakukan sosialisasi tabungan haji kepada pegawai negeri di daerah dan hasilnya signifikan untuk peningkatan DPK terutama dari tabungan haji tumbuh lebih dari 10 persen," kata Ade.
Menutup 2025, jumlah nasabah BSI menembus angka 23,1 juta orang, bertambah 2,03 juta nasabah dalam satu tahun terakhir. Ekspansi basis pelanggan ini didorong oleh gencarnya sosialisasi berbagai produk unggulan, mulai dari haji, emas, layanan prioritas, hingga segmen payroll.
