Jakarta, FORTUNE – Di tengah persaingan ketat bank digital, PT Bank Seabank Indonesia (SeaBank) membukukan laba bersih Rp678,4 miliar sepanjang 2025. Capaian tersebut meningkat 79 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang sebesar Rp378,8 miliar.
Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, mengatakan raihan tersebut menandai empat tahun berturut-turut SeaBank mencatatkan laba, di tengah dinamika dan industri perbankan di Indonesia.
“Performa positif sepanjang 2025 mencerminkan efektivitas strategi bisnis kami. Ke depan, kami akan terus menjaga momentum ini dengan fokus pada inovasi layanan digital yang relevan, dan berorientasi pada kebutuhan nasabah,” kata Sasmaya melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Kamis (2/4).
Pertumbuhan kinerja bank digital ini juga tecermin pada sejumlah indikator utama. Salah satunya penyaluran kredit yang melonjak 43 persen (YoY) mencapai Rp32,1 triliun dengan rasio NPL yang terkendali pada level 1,82 persen.
Per Desember 2025, SeaBank memiliki lebih dari 28 juta nasabah. Sementara itu Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp34,8 triliun.
Untuk rata-rata transaksi harian, SeaBank merekam lebih dari 12 juta transaksi dengan perputaran uang rata-rata mencapai lebih dari Rp5 triliun pada Desember 2025.
Dengan berbagai pencapaian kinerja tersebut, hingga akhir 2025 total aset SeaBank mencapai Rp44,4 triliun atau tumbuh 28,5 persen secara tahunan. Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 23,3 persen, yang menunjukkan kapasitas permodalan memadai dalam mendukung pertumbuhan ke depan.
Sementara itu, rasio profitabilitas seperti Return on Assets (ROA) dan ROE terus meningkat. Untuk ROA sebesar 2,3 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 11,5 persen.
