Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pacu Transaksi Remitansi, Maybank Indonesia Gandeng NIUM 
Pacu Transaksi Remitansi, Maybank Indonesia Gandeng NIUM/Dok Maybank Indonesia
  • Maybank Indonesia bermitra dengan NIUM meluncurkan Fast Remittance di aplikasi M2U ID, mengintegrasikan jaringan pembayaran untuk transfer dana lintas negara.
  • Pada tahap awal, nasabah dapat mengirim dana ke zona EUR, GBP, AUD, HKD, dan SGD; tarif promosi US$2,5 per transaksi berlaku hingga Desember 2026.
  • Maybank Indonesia mencatat laba bersih Rp689 miliar hingga Juni 2026, naik 21,2 persen, didukung pertumbuhan pendapatan bunga bersih dan fee based.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, FORTUNE – PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) bermitra dengan perusahaan penyedia layanan remitansi NIUM. Kerja sama ini menghasilkan fitur Fast Remittance pada aplikasi M2U ID. Peluncuran berlangsung di Jakarta pada Kamis (15/10).

Kolaborasi ini mengintegrasikan jaringan pembayaran NIUM ke sistem perbankan digital Maybank Indonesia. Pada fase perdana, nasabah dapat mentransfer dana ke lima zona mata uang. Zona tersebut mencakup Eropa (EUR), Britania Raya (GBP), Australia (AUD), Hong Kong (HKD), dan Singapura (SGD).

Direktur IT & Digital Maybank Indonesia, Bambang Andri Irawan, menyebut kehadiran fitur ini menjawab kebutuhan nasabah. Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran dana dari luar negeri (remitansi) Pekerja Migran Indonesia (PMI) menyentuh US$17,2 miliar. Angka tersebut setara Rp288,1 triliun pada 2025.

“Kami memahami bahwa transaksi lintas negara kini menjadi bagian penting dari aktivitas finansial nasabah yang makin terkoneksi secara global,” kata Bambang.

Fitur Fast Remittance menjadi bagian dari pengembangan solusi Transaction Banking Maybank Indonesia.

"Pengembangan layanan ini juga dapat mendukung kebutuhan nasabah yang semakin terhubung dengan aktivitas ekonomi lintas negara,” ujar Bambang.

Executive Vice President Asia Pacific NIUM, Yogesh Sangle, menyatakan keahlian perusahaannya berpusat pada kecepatan, keandalan, transparansi, serta keamanan transaksi. Fitur ini memfasilitasi transfer dana secara efisien dengan ketersediaan nilai tukar pasar.

Tarif Fast Remittance dipatok US$10 per transaksi. Hingga Desember 2026, Maybank Indonesia memberlakukan tarif promosi US$2,5 per transaksi.

Ke depan, kedua entitas akan memperkuat fondasi konektivitas finansial serta mengembangkan layanan cross-border dan transaction banking.

Sebagai konteks laporan keuangan, Maybank Indonesia mencatatkan pertumbuhan pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income/NII) 3,9 persen (YoY) pada semester I-2026. Penurunan beban bunga menjadi pendorong pertumbuhan tersebut.

Pendapatan fee based Maybank Indonesia juga tumbuh 8,0 persen (YoY). Peningkatan ini ditopang pendapatan komisi dari Wealth sebesar 39,0 persen, pembiayaan otomotif 27,5 persen, dan layanan perbankan ritel 54,3 persen.

Melalui perolehan tersebut, Maybank Indonesia mencetak laba bersih Rp689 miliar, atau naik 21,2 persen hingga Juni 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article