Jakarta, FORTUNE - Tren emas di bullion bank terus membukukan kinerja positif. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat penjualan emas BSI melalui BYOND menembus 2,18 ton per Desember 2025.
Direktur Distribution and Sales BSI Anton Sukarna mengatakan lonjakan harga emas yang signifikan dalam kurun setahun terakhir atau 56,22 persen yeat to date (ytd) menjadi faktor pendorong yang mendorong minat masyarakat terhadap instrumen emas makin tinggi.
"Jumlah nasabah khusus bulion bank juga telah menembus 500 ribu yang didominasi rentang usia 20-40 tahun atau kategori Gen-Z dan Gen Milenial," ujar Anton, Rabu (14/1).
Kebijakan pemerintah yang terus mendorong optimalisasi dan monetisasi emas melalui skema bank emas ikut memperkuat minat investasi, seiring kemudahan akses yang ditawarkan kepada masyarakat.
BSI tercatat sebagai bank emas pertama di Indonesia yang mengantongi izin perdagangan, penjualan, dan penitipan emas. Ketiga izin tersebut memungkinkan BSI menyediakan layanan emas secara terintegrasi.
Anton mengungkapkan, kepemilikan emas akan tercatat secara digital di aplikasi, sementara emas fisik disimpan di fasilitas penyimpanan bank. Selain transaksi jual beli, BYOND juga menyediakan layanan cicil emas dan gadai emas. Skema cicilan memungkinkan nasabah membeli emas dengan harga saat ini namun bisa melunasinya secara bertahap.
"Tak hanya meningkatkan secara jumlah, layanan bullion juga memperluas jangkauan nasabah karena layanan emas dianggap inklusif dan dapat diterima semua kalangan," ujar Anton.
Ke depan, BSI terus memperkuat edukasi investasi emas, termasuk sosialisasi pembelian dengan nominal terjangkau bagi generasi muda. Sejalan dengan itu, BSI akan fokus akselerasi digital dengan penguatan superapps BYOND untuk memperluas layanan dan mendekatkan bank dengan nasabah.
"Emas ini sifatnya investas jangka menengah dan panjang, cocok untuk kebutuhan seperti perencanaan haji, pendidikan, maupun dana darurat yang sifatnya membutuhkan dana cepat," pungkas Anton.
