Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Ilustrasi transaksi dengan QRIS (Pexels.com/ Jack Sparrow)
Ilustrasi transaksi dengan QRIS (Pexels.com/ Jack Sparrow)

Intinya sih...

  • Nilai transaksi QRIS antarnegara mencapai Rp1,66 triliun hingga Juni 2025, memudahkan wisatawan asing dan WNI dalam bertransaksi di luar negeri.

  • Transaksi QRIS antarnegara Bank Mandiri naik 184% menjadi Rp61 miliar, memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara.

  • Nilai transaksi QRIS Antarnegara melalui aplikasi DANA naik tiga kali lipat YoY untuk 12 bulan berakhir Juli 2025, mendukung implementasi QRIS antarnegara dengan teknologi yang aman dan pelayanan pengguna yang terbaik.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) antarnegara mencapai Rp1,66 triliun hingga Juni 2025. Angka itu berasal dari transaksi di beberapa negara ASEAN seperti Malaysia, Singapura & Thailand.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, QRIS antarnegara ini memudahkan wisatawan asing maupun Warga Negara Indonesia (WNI) dalam bertransaksi di luar negeri tanpa perlu menukarkan mata uang.

“QRIS telah menjadi game changer bagi ekosistem pembayaran digital dan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia, yang kini telah mencapai 57 juta pengguna,” kata Perry melalui keterangan resmi yang dikutip di Jakarta, Jumat (29/8).

Transaksi QRIS antarnegara Bank Mandiri naik 184% jadi Rp61 miliar

Bank Mandiri menghadirkan QRIS Tap untuk pembayaran transportasi publik di Yogyakarta. (dok. Bank Mandiri)

Pertumbuhan pesat juga dirasakan oleh Bank Mandiri sebagai salah satu penyedia jasa pembayaran QRIS antarnegara. Hingga Juli 2025, pengguna QRIS Antarnegara di Livin' tumbuh 157 persen (YoY) menjadi 49 ribu, dengan nilai transaksi menembus Rp61 miliar atau meningkat 184 persen (YoY). 

SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Erin Young, menyampaikan bahwa ekspansi layanan ini merupakan dukungan nyata dalam memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara. 

“Kehadiran layanan ini akan memudahkan nasabah bertransaksi di luar negeri serta memperluas jangkauan ekosistem pembayaran digital Indonesia di panggung global,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8). 

Kontribusi nilai transaksi QRIS antarnegara terhadap QR bayar pada bank dengan kode saham BMRI ini memang baru menyumbang 0,065 persen. Meski demikian, tren pertumbuhan yang tinggi menunjukkan potensi besar layanan ini sebagai salah satu fitur favorit nasabah saat bepergian ke luar negeri. 

Selain itu, Livin’ by Mandiri juga mencatat lebih dari 34 juta pengguna dan total nilai transaksi mencapai Rp2.477 triliun hingga Juli 2025. Basis pengguna yang masif ini mendorong adopsi QR Antar Negara, termasuk di Jepang, untuk memastikan kenyamanan transaksi nasabah di berbagai belahan dunia.

Lebih lanjut, layanan QRIS antarnegara Bank Mandiri kini juga bisa digunakan hingga Jepang untuk merchant yang terhubung dengan sistem pembayaran berbasis QR nasional Jepang yaitu JPQR Global, melalui jaringan Netstars. Integrasi ini menjadikan proses transaksi lebih cepat, efisien, dan nyaman bagi nasabah yang berkunjung maupun tinggal di Jepang. 

Transaksi QRIS antarnegara di DANA naik 3 kali lipat

Ilustrasi Pembayaran QRIS Dana di Alfamart

Di sisi lain, penerimaan yang positif pada QRIS antarnegara juga dirasakan oleh DANA. Nilai transaksi QRIS Antarnegara melalui aplikasi DANA menunjukkan pertumbuhan tiga kali lipat YoY untuk 12 bulan berakhir Juli 2025.

Vince Iswara, CEO & Co-Founder DANA Indonesia menyampaikan, pihaknya akan terus mendukung implementasi QRIS antarnegara dengan memberikan pengalaman bertransaksi yang optimal. 

“Tiga upaya kami yaitu dengan memberikan teknologi yang aman, menghadirkan tampilan yang ramah pengguna, hingga memastikan pelayanan pengguna yang terbaik,” kata Vince.

Ke depan, DANA juga akan memastikan pengguna bisa bertransaksi QRIS dengan lancar di negara-negara tujuan dan memaksimalkan kesempatan ini untuk mempercepat inklusi keuangan maupun mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Dengan ekspansi ke Jepang, DANA berharap dapat memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem pembayaran digital global, sekaligus membuka jalan bagi kerja sama lintas negara yang semakin erat di masa depan.

Editorial Team