Bank Mandiri menghadirkan QRIS Tap untuk pembayaran transportasi publik di Yogyakarta. (dok. Bank Mandiri)
Pertumbuhan pesat juga dirasakan oleh Bank Mandiri sebagai salah satu penyedia jasa pembayaran QRIS antarnegara. Hingga Juli 2025, pengguna QRIS Antarnegara di Livin' tumbuh 157 persen (YoY) menjadi 49 ribu, dengan nilai transaksi menembus Rp61 miliar atau meningkat 184 persen (YoY).
SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Erin Young, menyampaikan bahwa ekspansi layanan ini merupakan dukungan nyata dalam memperkuat konektivitas pembayaran lintas negara.
“Kehadiran layanan ini akan memudahkan nasabah bertransaksi di luar negeri serta memperluas jangkauan ekosistem pembayaran digital Indonesia di panggung global,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/8).
Kontribusi nilai transaksi QRIS antarnegara terhadap QR bayar pada bank dengan kode saham BMRI ini memang baru menyumbang 0,065 persen. Meski demikian, tren pertumbuhan yang tinggi menunjukkan potensi besar layanan ini sebagai salah satu fitur favorit nasabah saat bepergian ke luar negeri.
Selain itu, Livin’ by Mandiri juga mencatat lebih dari 34 juta pengguna dan total nilai transaksi mencapai Rp2.477 triliun hingga Juli 2025. Basis pengguna yang masif ini mendorong adopsi QR Antar Negara, termasuk di Jepang, untuk memastikan kenyamanan transaksi nasabah di berbagai belahan dunia.
Lebih lanjut, layanan QRIS antarnegara Bank Mandiri kini juga bisa digunakan hingga Jepang untuk merchant yang terhubung dengan sistem pembayaran berbasis QR nasional Jepang yaitu JPQR Global, melalui jaringan Netstars. Integrasi ini menjadikan proses transaksi lebih cepat, efisien, dan nyaman bagi nasabah yang berkunjung maupun tinggal di Jepang.