Jakarta, FORTUNE – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp308,41 triliun pada 2026.
KUR tersebut disalurkan melalui sejumlah bank termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri). Realisasi KUR keduanya tercatat telah melampaui 17 persen dari target yang dicanangkan pemerintah kepada masing-masing bank.
BRI, misalnya, telah menyalurkan KUR sebesar Rp31,42 triliun atau setara 17,46 persen dari total alokasi BRI pada 2026 sebesar Rp180 triliun yang ditetapkan pemerintah. Penyaluran tersebut telah menjangkau 643.000 debitur UMKM di seluruh Indonesia.
“Penyaluran KUR tidak hanya difokuskan pada pembiayaan semata, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitasnya, memperluas skala bisnis, dan pada akhirnya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/4).
Hery memastikan KUR disalurkan secara produktif ke sektor-sektor strategis yang berperan dalam memperkuat sektor riil. Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran KUR BRI didominasi oleh sektor produksi, meliputi pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa lainnya dengan porsi 64,13 persen dari total penyaluran.
Di antara sektor tersebut, pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan Rp13,25 triliun atau setara 42,18 persen dari total KUR yang telah disalurkannya.
Berdasarkan data internal, penyaluran KUR BRI terhadap sebaran rumah tangga juga secara konsisten meningkat dari tahun ke tahun. Hingga Februari 2026, sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga telah mengakses fasilitas KUR BRI.
Capaian ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan jangkauan KUR BRI mencapai 18 rumah tangga per 100 rumah tangga, dan pada 2024 sebesar 17 rumah tangga per 100 rumah tangga.
