Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Realisasi KUR BRI dan Bank Mandiri 17 Persen dari Target Pemerintah
ilustrasi UMKM (dok. BRI)
  • Pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp308,41 triliun pada 2026, dengan BRI dan Bank Mandiri telah merealisasikan lebih dari 17 persen dari target masing-masing.
  • BRI menyalurkan Rp31,42 triliun KUR kepada 643 ribu debitur UMKM, mayoritas di sektor produksi seperti pertanian dan perikanan yang berkontribusi besar terhadap ketahanan pangan nasional.
  • Bank Mandiri menyalurkan Rp7,35 triliun KUR kepada lebih dari 59 ribu pelaku UMKM, menjaga kualitas kredit di bawah 1 persen dan fokus pada pembiayaan berbasis ekosistem sektor produksi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Rp308,41 triliun pada 2026.

KUR tersebut disalurkan melalui sejumlah bank termasuk PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri). Realisasi KUR keduanya tercatat telah melampaui 17 persen dari target yang dicanangkan pemerintah kepada masing-masing bank. 

BRI, misalnya, telah menyalurkan KUR sebesar Rp31,42 triliun atau setara 17,46 persen dari total alokasi BRI pada 2026 sebesar Rp180 triliun yang ditetapkan pemerintah. Penyaluran tersebut telah menjangkau 643.000 debitur UMKM di seluruh Indonesia.

“Penyaluran KUR tidak hanya difokuskan pada pembiayaan semata, tetapi juga diiringi dengan pendampingan dan pemberdayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitasnya, memperluas skala bisnis, dan pada akhirnya memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (2/4).

Hery memastikan KUR disalurkan secara produktif ke sektor-sektor strategis yang berperan dalam memperkuat sektor riil. Berdasarkan sektor ekonomi, penyaluran KUR BRI didominasi oleh sektor produksi, meliputi pertanian, perikanan, industri pengolahan, serta jasa lainnya dengan porsi 64,13 persen dari total penyaluran. 

Di antara sektor tersebut, pertanian menjadi kontributor terbesar dengan nilai pembiayaan Rp13,25 triliun atau setara 42,18 persen dari total KUR yang telah disalurkannya.

Berdasarkan data internal, penyaluran KUR BRI terhadap sebaran rumah tangga juga secara konsisten meningkat dari tahun ke tahun. Hingga Februari 2026, sekitar 19 dari setiap 100 rumah tangga telah mengakses fasilitas KUR BRI.

Capaian ini meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan jangkauan KUR BRI mencapai 18 rumah tangga per 100 rumah tangga, dan pada 2024 sebesar 17 rumah tangga per 100 rumah tangga.

Bank Mandiri salurkan KUR Rp7,35 Triliun hingga Februari 2026

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp 7,35 Triliun hingga Februari 2026. (Dok/Istimewa).

Pada dua bulan pertama 2026, Bank Mandiri telah menyalurkan KUR sebesar Rp7,35 triliun kepada 59.327 pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Dari sisi kualitas kredit, portfolio KUR Bank Mandiri terjaga baik dengan tingkat non performing loan di bawah 1 persen.

Direktur Consumer Banking Bank Mandiri, Saptari, mengatakan realisasi tersebut setara 17,92 persen dari target KUR Bank Mandiri pada 2026 sebesar Rp41 triliun.

“Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan,” kata Saptari.

Lanjutnya, penyaluran KUR hingga Februari 2026 ini didominasi oleh sektor produksi sebesar 61,83 persen atau senilai Rp4,54 triliun. Dari jumlah tersebut, sektor pertanian sebagai motor penggerak ketahanan pangan nasional yang mencapai Rp2,21 triliun, sektor jasa produksi senilai Rp1,65 triliun, sektor industri pengolahan senilai Rp568 miliar, dan sektor perikanan senilai Rp107 miliar. 

“Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing,” ujar Saptari.

Dalam mempercepat serta menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri juga mengimplementasikan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem dari nasabah turunan wholesale yang berorientasi pada penguatan sektor produksi unggulan di berbagai wilayah. Melalui strategi closed-loop, sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai dioptimalkan untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis.

Editorial Team