Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara SAT 2026.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Herka Yanis)

Intinya sih...

  • Rupiah melemah mendekati Rp 17.000/US$ akibat kabar mundurnya Deputi BI, Juda Agung.

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak khawatir karena IHSG mencatat rekor tertinggi, menandakan investor asing masuk ke pasar.

  • Purbaya memastikan independensi BI terjaga dan likuiditas keuangan cukup untuk menjaga fundamental ekonomi tetap stabil.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau semakin mendekati level Rp 17.000/US$. Tercatat, pada hari Senin (19/1) kurs rupiah di pasar spot ditutup melemah 68 poin menjadi Rp 16.955/US$. Pelemahan ini terjadi saat sentimen dalam negeri seperti kabar mundurnya Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung yang digadang-gadang akan digantikan oleh Thomas Djiwandono.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tak khawatir lantaran laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus naik dan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) di level 9.133 pada (19/1)..

“Kalau indeks naik itu pasti ada flow asing masuk ke (pasar) itu juga. Tidak mungkin (investor) domestik sendiri yang bisa mendorong itu ke level yang (tingi) seperti itu. Jadi tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat juga Karena suplai dolar akan bertambah,” kata Purbaya saat ditemui setelah rapat kerja bersama anggota Komite Sistem Stabilitas Keuangan (KSSK) di Kompleks MPR/DPR RI Jakarta, Senin (19/1).

Purbaya pastikan independensi BI tetap terjaga

ilustrasi gedung bank indonesia, tempat penukaran uang resmi (commons.wikimedia.org/Aldi Fauzan)

Ia juga menampik kabar independensi BI sebagai bank sentral akan luntur setelah Thomas dikabarkan bakal menjadi calon unggul menjadi Deputi Gubernur BI. Menurutnya, ini adalah keputusan Pemerintah yang telah diperhitungkan secara matang untuk penguatan ekonomi.

“Orang spekulasi dia (Thomas ke BI maka) independensi-nya BI hilang. Saya pikir tidak akan begitu. Nanti kalau (investor) insyaf juga langsung menguat lagi rupiah,” kata Purbaya.

Untuk itu, guna menjaga fundamental ekonomi terjaga, BI dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga memastikan likuiditas keuangan cukup dan memadai. Kedua, Kemenkeu juga akan terus mendorong realisasi belanja anggaran akan terserap cepat. 

“Kita akan perbaiki supply, demand, investasi, kebijakan moneter, kebijakan fiskal semuanya kita jalankan dan pertumbuhan ekonomi 6 persen tidak terlalu sulit,” kata Purbaya.

Editorial Team