Jakarta, FORTUNE – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau semakin mendekati level Rp 17.000/US$. Tercatat, pada hari Senin (19/1) kurs rupiah di pasar spot ditutup melemah 68 poin menjadi Rp 16.955/US$. Pelemahan ini terjadi saat sentimen dalam negeri seperti kabar mundurnya Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Juda Agung yang digadang-gadang akan digantikan oleh Thomas Djiwandono.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tak khawatir lantaran laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus naik dan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (all time high) di level 9.133 pada (19/1)..
“Kalau indeks naik itu pasti ada flow asing masuk ke (pasar) itu juga. Tidak mungkin (investor) domestik sendiri yang bisa mendorong itu ke level yang (tingi) seperti itu. Jadi tinggal tunggu waktu saja rupiahnya menguat juga Karena suplai dolar akan bertambah,” kata Purbaya saat ditemui setelah rapat kerja bersama anggota Komite Sistem Stabilitas Keuangan (KSSK) di Kompleks MPR/DPR RI Jakarta, Senin (19/1).
