Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Manuver Adidas Lewat Kolaborasi Budaya Bersama Bob Marley

bob-marley-adidas-evo-sl-001.jpg
Dok. Adidas

Jakarta, FORTUNE - Adidas terus memperluas strategi bisnisnya dengan menempatkan kolaborasi budaya sebagai salah satu pilar pertumbuhan di pasar global. Salah satu contoh terbaru adalah kolaborasi dengan estate Bob Marley yang memadukan nilai budaya dan estetika ikonik musisi reggae legendaris itu ke dalam produk performa modern, yakni sepatu Bob Marley x adidas adiZero EVO SL yang akan dirilis 6 Februari 2026.

Melansir Hypebeast, kolaborasi ini menerjemahkan estetika visual identik Marley, terutama palet warna kuning, merah, hitam, dan hijau yang merujuk pada akar Jamaika ke dalam siluet athletic tingkat tinggi. Sneaker ini juga memuat potret dan kutipan Bob Marley “Football Is Freedom” pada lidah sepatu, sebuah penghormatan terhadap hubungan sang artis dengan olahraga dan nilai budaya yang lebih luas.

Pendekatan Adidas bukan sekadar memanfaatkan nama besar. Brand ini sejak lama mengintegrasikan kolaborasi dengan tokoh atau ikon budaya demi memperluas daya tarik merek di luar ranah olahraga murni. Melalui platform adidas Originals, perusahaan merayakan kolaborasi dengan musisi, seniman, dan kreator sebagai cara untuk menghubungkan produk dengan tren gaya hidup dan budaya populer yang lebih luas.

Dalam konteks strategi pemasaran, langkah ini membantu Adidas mempertahankan relevansi di tengah persaingan ketat dengan rival seperti Nike dan Puma. Dengan bermitra bersama ikon budaya, Adidas menciptakan narrative value yang mampu menarik minat konsumen yang lebih muda dan beragam, mendorong keterlibatan di media sosial dan hype culture yang sangat berpengaruh pada keputusan pembelian di segmen streetwear dan lifestyle.

Kolaborasi semacam ini tidak hanya meningkatkan brand awareness, tetapi juga mendorong permintaan produk premium. Ketika sebuah lini seperti adiZero EVO SL menghadirkan elemen cerita yang kuat, dari performa teknis hingga kekayaan budaya Bob Marley. Hal itu dapat mengubah persepsi konsumen dari sekadar sepatu olahraga menjadi “barang kolektor” dan komponen gaya hidup sehari-hari. Ini sering kali tercermin dalam perilaku pasar seperti penjualan cepat terjual habis atau peningkatan minat di platform ritel digital.

Rilis Bob Marley x adiZero EVO SL juga mencerminkan evolusi strategi kolaborasi Adidas: tidak lagi fokus pada estetika retro semata, tetapi mendorong kolaborasi ke dalam kategori teknis dan performa. Ini menjadi penting karena menempatkan nilai budaya tidak hanya di sepatu lifestyle, tetapi juga pada model yang berkaitan dengan kinerja olahraga, sehingga memperluas relevansi merek di berbagai segmen konsumen.

Proyek kolaborasi ini ternyata lebih luas dari perkiraan, menyusul kemunculan dua model tambahan. Melansir WWD, Bob Marley x Adidas Handball Spezial dan SL72 mengembangkan tema yang sama seperti sepatu lari populer tersebut, namun hadir dengan identitas visual masing-masing yang berbeda.

Handball Spezial, yang memiliki basis penggemar kultus di kalangan pencinta sepak bola di Inggris, menghadirkan logo Federasi Sepak Bola Jamaika pada bagian mustache-nya, memperkuat keterkaitannya dengan olahraga tersebut. Sepatu ini menggunakan material suede hitam sebagai dasar, dipadukan dengan tiga garis kulit berwarna hijau, kuning, dan merah, warna khas gerakan Rastafari. Insole berwarna merah dengan sentuhan logo retro menampilkan emblem bergambar wajah Bob Marley, tanda tangannya, serta frasa yang juga muncul pada lidah sepatu Evo SL.

Versi yang lebih ringkas dari simbol tersebut, tanpa tanda tangan, hadir pada lidah SL72. Model ini menampilkan pola berani yang mereplikasi piringan vinil dan gelombang suara, membentuk komposisi visual yang dinamis. Tiga garis khas Adidas dan mustache tetap seragam menggunakan kulit berwarna kuning, sementara suede dan kulit hitam digunakan pada lapisan dan bagian dalam sepatu.

Bob Marley dikenal luas sebagai pemain sekaligus penggemar sepak bola. Sebelumnya, Adidas juga telah bekerja sama dengan pihak pengelola warisan Marley dalam pembuatan seragam resmi dua klub profesional, Ajax dan Bohemian FC. Klub asal Belanda tersebut bahkan menjadikan lagu “Three Little Birds” sebagai lagu tidak resmi mereka. Namun, desain yang terinspirasi dari mendiang Marley sempat menuai larangan karena UEFA, badan pengatur sepak bola klub Eropa, melarang penggunaan elemen yang tidak secara resmi terdaftar sebagai identitas klub.

bob-marley-adidas-handball-spezial-002 (1).jpg
Dok. Adidas
Share
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Luxury

See More

Ramadan Bertema The Egypt Majesty Dinner di HARRIS Puri Mansion

30 Jan 2026, 19:08 WIBLuxury