Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
1.jpg
Modinity Fashion Parade 2026/Dok. Modinity Group

Jakarta, FORTUNE - Modinity Group menegaskan keseriusannya membidik pasar Asia Tenggara dengan menggelar Modinity Fashion Parade (MFP) 2026 di kawasan Candi Borobudur, Jawa Tengah, Sabtu, 17 Januari 2026.

CEO Modinity Group, Linda Anggrea, menyatakan bahwa Modinity Fashion Parade merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam membangun ekosistem fashion yang berkelanjutan.

“Modinity Fashion Parade adalah ruang untuk bertumbuh. Di sini, brand-brand kami berkembang bersama, tetap berpegang pada nilai dan komunitas yang telah dibangun. Tahun ini terasa berbeda karena Borobudur memberi konteks yang lebih kuat bagi cerita yang ingin kami sampaikan,” ujar Linda, dalam keterangannya, Senin (19/1).

MFP juga diposisikan sebagai platform regional untuk menampilkan identitas fashion Asia Tenggara yang tumbuh dari perspektif Global South, namun memiliki relevansi global di tengah persaingan industri fashion internasional.

Pemilihan Borobudur, situs Warisan Dunia UNESCO, menandai tonggak penting perjalanan Modinity Group dalam menautkan ekspansi bisnis regional dengan narasi budaya lintas generasi. "Lebih dari sekadar latar visual, Borobudur menjadi simbol positioning Modinity sebagai ekosistem fashion yang bertumbuh dari akar budaya kawasan," kata Linda.

Gelaran ini mengusung nilai Modern, Modest, dan Infinite Blessings. Nilai tersebut tercermin dalam keberagaman pendekatan desain, kekayaan budaya, serta keyakinan bahwa fashion dari kawasan ini mampu bersaing di panggung internasional. Kerangka ini membentuk Modinity Fashion Parade sebagai medium konsolidasi brand dan presentasi fashion Asia Tenggara yang progresif dan kontekstual.

Mengusung tema “Infinite Wonders”, MFP 2026 merangkai enam brand di bawah naungan Modinity—Buttonscarves, Benang Jarum, Nada Puspita, Zyta Delia, CALLA, dan Rizman Ruzaini—dalam runway sepanjang hampir 125 meter, melibatkan lebih dari 200 model dan dihadiri hampir 1.000 tamu undangan.

Momentum ekspansi regional juga diperkuat hadirnya Rizman Ruzaini di panggung Modinity Fashion Parade. Rumah mode asal Malaysia tersebut resmi bergabung dalam ekosistem Modinity Group pada 2025, menandai penguatan strategi konsolidasi brand lintas negara dan kolaborasi budaya di Asia Tenggara.

Komunitas tetap menjadi elemen penting dalam penyelenggaraan MFP 2026. Para pelanggan hadir bukan hanya sebagai penonton, melainkan bagian dari ekosistem Modinity yang terus dibangun lintas wilayah. Runway MFP 2026 juga didukung Buttonscarves Beauty.

Linda menargetkan akan berekspansi ke negara lainnya di Asia Tenggara dan memperkuat pasar yang sudah ada. Kini Indonesia menjadi basis pasar utama sekaligus ekosistem terlengkap dengan sekitar 100 outlet Modinity Group (gabungan) yang tersebar di berbagai kota. Malaysia berperan sebagai pasar kunci dengan kedewasaan selera desain, sementara Singapura berfungsi sebagai etalase premium dan pintu masuk branding internasional, diawali dengan membuka outlet Buttonscarves Jewel Changi Airport, Singapura.

Editorial Team