Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Aman Singapore - Spa House Pool.jpeg
Aman Singapore

Jakarta, FORTUNE - Aman Group yang dikenal dengan resor ultra-luxury di lokasi-lokasi eksotis, dalam beberapa tahun terakhir mulai berekspansi ke metropolitan. Pergeseran ini berjalan bertahap sejak Vlad Doronin mengakuisisi Aman Group pada 2014.

Yang terbaru, Aman Group resmi mengumumkan kehadiran Aman Singapore pada Oktober 2025, menandai debut merek hospitality ultra-luxury tersebut di Singapura. Properti ini akan berlokasi di The Skywaters, pengembangan mixed-use ikonik yang dirancang menjadi gedung tertinggi di Singapura.

Berikut petikan wawancara Fortune Indonesia dengan Vlad Doronin, Chairman & CEO Aman Group:

Apa alasan Aman Group membuka hotel di Singapura?

Singapura adalah pilihan yang natural dan strategis bagi Aman. Setelah mengembangkan properti urban seperti Aman Tokyo dan Aman Nai Lert Bangkok, Singapura menawarkan kombinasi dinamika kota, keberagaman budaya, dan konektivitas global. Identitasnya sebagai “garden city” sejalan dengan filosofi Aman yang mengedepankan ketenangan, ruang, dan keterhubungan dengan alam.

Berlokasi di The Skywaters, Aman Singapore dirancang sebagai sanctuary di atas kota—sebuah tempat yang menawarkan rasa hening, intim, dan keterikatan emosional di tengah pusat metropolitan. Di sini, kami menerjemahkan esensi Aman ke dalam konteks urban tanpa kehilangan identitas dasarnya.

Bagaimana Aman menjaga konsistensi layanan di tengah ekspansi global?

Setiap properti Aman diciptakan dengan niat yang jelas. Sejak awal, kami memilih lokasi dengan kedalaman budaya dan karakter arsitektur yang kuat. Meski tiap destinasi berbeda, semuanya dipersatukan oleh nilai inti Aman: privasi, keunggulan desain, keaslian, dan layanan yang intuitif.

Untuk menjaga standar tersebut, kami mendirikan Aman Academy di Amanpuri, Phuket. Akademi ini menjadi pusat pelatihan bagi staf Aman lintas properti, memungkinkan pembelajaran bersama dan penguatan etos layanan. Ekspansi kami dilakukan secara selektif, dengan prioritas pada kualitas, bukan skala.

Dalam pengembangan hunian urban, bagaimana Aman mempertahankan ketenangan dan privasi?

Pendekatan kami adalah menciptakan sanctuary, bahkan di kota besar seperti Tokyo, New York, atau Bangkok. Hal ini dicapai melalui arsitektur yang memberi keluasan ruang, peredaman suara, serta desain yang mempertimbangkan privasi secara menyeluruh.

Respons terhadap branded residences Aman di kota-kota besar menunjukkan adanya kebutuhan akan hunian yang menawarkan rasa tenang dan layanan personal. Setiap detail dirancang agar pengalaman tinggal tetap mencerminkan esensi Aman, meski berada di lingkungan metropolitan.

Apa prioritas desain utama untuk Aman Singapore sebagai properti high-rise?

Fokus utamanya adalah menghadirkan ketenangan di tengah energi kota. Bersama Kerry Hill Architects, kami menekankan tata ruang yang lapang, interior yang harmonis, serta hubungan visual dengan lanskap kota dan laut.

Ruang publik dan privat dirancang seimbang—terbuka namun tetap intim. Pendekatan ini mengubah bangunan vertikal menjadi tempat refleksi dan relaksasi, tanpa kehilangan konteks urban di sekitarnya.

Apakah Anda melihat perubahan preferensi tamu?

Ekspektasi tamu terus berkembang, termasuk dari generasi yang lebih muda. Mereka mencari pengalaman yang mengintegrasikan wellbeing, desain yang bermakna, dan privasi. Nilai-nilai ini sebenarnya telah lama menjadi bagian dari filosofi Aman.

Perkembangan tersebut juga mendorong lahirnya Janu, brand saudara Aman, yang menawarkan pengalaman lebih energik namun tetap berlandaskan standar desain dan layanan tinggi. Aman tetap mempertahankan karakternya sebagai tempat yang privat dan menenangkan.

Apa arti kemewahan bagi Aman saat ini?

Kemewahan bagi Aman bukan soal kemegahan, melainkan waktu, ruang, dan kesejahteraan emosional. Sejak awal, kami menekankan ruang yang lapang, jumlah kamar terbatas, dan suasana yang memungkinkan tamu benar-benar beristirahat.

Kemewahan sejati adalah kemampuan untuk melepaskan diri dari distraksi dan merasa sepenuhnya nyaman. Prinsip ini juga tercermin dalam pendekatan kami terhadap wellness, yang berfokus pada keseimbangan dan keterhubungan dengan tempat.

Bagaimana Aman memaknai keberlanjutan, termasuk di Aman Singapore?

Keberlanjutan adalah bagian dari tujuan Aman. Pendekatan kami berlandaskan penghormatan terhadap budaya lokal, lingkungan, dan komunitas, selaras dengan standar pariwisata berkelanjutan global.

Di Aman Singapore, prinsip ini diterapkan melalui pemilihan material yang bertanggung jawab, sistem energi yang efisien, serta eksplorasi kemitraan lokal. Setiap pengembangan dirancang untuk memberi dampak positif jangka panjang, sambil tetap menjaga karakter dan integritas destinasi.

Bagaimana visi Anda terhadap Aman berkembang sejak mengakuisisi merek ini?

Visi saya adalah menjaga esensi Aman sambil membimbing evolusinya secara jangka panjang. Ekspansi bukan tentang pertumbuhan cepat, melainkan menciptakan sanctuary yang autentik—baik di alam maupun di kota.

Latar belakang saya di real estat mengajarkan pentingnya memilih lokasi dengan cermat dan mengembangkannya secara berkelanjutan. Setiap Aman diciptakan dengan niat yang jelas, agar pertumbuhan merek tetap memiliki arah dan integritas.

Editorial Team