Jakarta, FORTUNE — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan pemangku kepentingan pasar modal menyiapkan delapan rencana aksi reformasi pasar modal Indonesia untuk memperkuat likuiditas, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor domestik dan global.
Langkah ini disampaikan di tengah percepatan pembenahan struktural pasar modal Indonesia agar selaras dengan praktik terbaik internasional.
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan reformasi dilakukan secara terukur namun ambisius dengan melibatkan seluruh Self Regulatory Organization (SRO), yakni Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
“OJK bersama dengan Self Regulatory Organization, bersama dengan Bursa Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, dan Kustodian Sentral Efek Indonesia, menyampaikan komitmen untuk melakukan bold and ambitious reforms di pasar modal Indonesia sesuai dengan best practices dan memenuhi ekspektasi Global Index Provider,” ujar Friderica dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (3/2).
