- Perusahaan harus memiliki minimal 50 juta lembar saham free float atau 7,5 persen dari jumlah saham yang tercatat agar tetap berada di bursa.
- Perusahaan wajib memiliki minimal 300 pemegang saham pemilik SID.
- Perusahaan yang memiliki ekuitas lebih dari Rp200 miliar minimal memiliki 10 persen free float.
- Perusahaan yang tidak memenuhi syarat free float dalam waktu 24 bulan akan dikenakan denda sebesar Rp50 juta dan sanksi administratif lainnya.
Free Float Saham: Pengertian, Kebijakan, dan Cara Menghitung

- Free float adalah jumlah saham suatu perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik.
- Free float penting bagi investor untuk menilai likuiditas pasar, stabilitas harga, hingga transparansi pasar.
- Kebijakan free float di Indonesia telah diatur oleh BEI.
Istilah free float sering kali muncul dalam pembahasan tentang likuiditas dan stabilitas investasi saham. Free float menjadi salah satu indikator penting yang menunjukkan proporsi saham di pasar.
Sederhananya, pengertian free float saham dapat dipahami sebagai jumlah saham beredar dan dapat diperdagangkan di pasar. Memahami istilah saham tersebut sangat penting bagi para investor untuk membuat keputusan investasi yang cerdas.
Sebenarnya, apa itu free float saham? Simak pengertian, kebijakan, dan cara menghitungnya di bawah ini.
Table of Content
Apa itu free float saham?
Dilansir Investopedia, free float adalah jumlah saham suatu perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan oleh publik. Porsi saham ini tidak termasuk saham terbatas yang dipegang oleh pihak internal yang memiliki kepemilikan jangka panjang.
Artinya, pengertian free float dapat dipahami sebagai porsi saham yang dapat diperdagangkan secara bebas di pasar reguler, seperti bursa saham.
Tidak jarang free float juga dikenal sebagai public float. Saham ini dapat mencakup saham yang dimiliki publik, pemegang saham minoritas, dan investor institusional yang tidak termasuk saham yang dimiliki pendiri atau manajemen.
Mengapa free float saham penting?
Free float memegang peran penting dalam likuiditas suatu emiten dalam pasar modal. Biasanya, saham yang memiliki free float tinggi memiliki tingkat likuiditas baik. Ini memberi sinyal bahwa emiten tersebut mudah untuk dibeli atau dijual.
Tidak hanya itu, ada beberapa alasan lainnya investor perlu memahami pentingnya free float dalam investasi saham, yaitu:
1. Transparansi pasar
Persentase free float yang cukup tinggi membantu pasar mencerminkan harga saham secara adil. Ini mendorong distribusi kepemilikan saham yang lebih merata dan mengurangi dominasi pemegang saham pengendali.
2. Likuiditas pasar
Saham dengan free float tinggi biasanya lebih mudah untuk dibeli atau dijual tanpa menunggu waktu lama. Saham tersebut banyak diminati karena sangat likuid dibandingkan saham dengan free float rendah.
3. Stabilitas harga
Semakin besar porsi saham yang beredar di publik, upaya spekulan atau pihak tertentu untuk memanipulasi harga lebih sulit. Pasalnya, saham yang memiliki free float kecil sangat volatil dibandingkan saham dengan free float besar yang jauh lebih stabil.
4. Indeks pasar
Banyak indeks saham ternama, seperti S&P 500, memakai free float sebagai acuan dalam menilai kualitas emiten dalam indeks. Saham dengan free float besar memiliki pengaruh besar pada pergerakan indeks.
5. Keterlibatan investor ritel
Saham dengan free float besar berpotensi membuka kesempatan bagi investor ritel untuk masuk ke pasar. Ini dapat meningkatkan reputasi perusahaan di mata investor publik.
Kebijakan free float di Indonesia
Tidak hanya memahami pengertian free float, kebijakan terkait jumlah saham beredar di publik juga penting untuk diketahui. Regulasi free float di Indonesia telah diatur secara khusus oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Berlaku sejak 2021, berikut beberapa poin penting terkait kebijakan free float di Indonesia.
Kebijakan tersebut mengalami penyesuaian dengan menaikkan free float minimum secara bertahap di tahun 2026. Tujuannya untuk meningkatkan transparansi dan likuiditas saham di bursa.
Hasil diskusi awal antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai kenaikan free float minimum dari 7,5 persen menjadi 15 persen secara bertahap.
Cara menghitung free float saham
Menghitung free float dapat dilakukan cukup sederhana. Ada rumus yang dapat dipakai untuk mencari persentase free float saham suatu emiten, yaitu:
Free float = outstanding shares - restricted shares - closely held shares
Rasio free float = free float / outstanding shares x 100 persen
Keterangan:
- Outstanding shares: jumlah saham yang diterbitkan perusahaan untuk investor, bukan termasuk saham treasury.
- Restricted shares: jumlah saham yang tidak dapat dialihkan, seperti saham yang dimiliki direktur atau eksekutif perusahaan.
- Closed held shares: jumlah saham yang dimiliki dalam periode cukup lama.
Sebagai contoh, perusahaan XYZ memiliki 3.000.000 lembar saham resmi. Sementara jumlah saham beredar mencapai 1.000.000 lembar. Terdapat 500.000 lembar saham di antaranya dimiliki oleh direktur dan eksekutif dan perusahaan saat ini tidak memiliki shareholder utama jangka panjang.
Free float = outstanding shares - restricted shares - closely held shares
= 1.000.000 - 500.000
= 500.000
Rasio free float = free float / outstanding shares x 100 persen
= 500.000 / 1.000.000 x 100 persen
= 0,5 x 100 persen
= 50 persen
Jadi, tingkat free float saham perusahan XYZ sebesar 500.000 lembar saham atau tingkat persentasenya senilai 50 persen dari total saham yang telah dirilis.
Cara melihat free float saham
Berikut langkah-langkah cara melihat free float saham yang penting diketahui:
1. Cari kode saham yang ingin dicek
Tentukan emiten yang ingin Anda ketahui free float-nya, misalnya BBCA, TLKM, atau saham lain.
2. Buka situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX)
Masuk ke laman idx.co.id, lalu cari menu Data Pasar atau Profil Perusahaan Tercatat.
3. Pilih profil emiten
Gunakan kolom pencarian untuk memasukkan kode saham, kemudian buka halaman profil perusahaan tersebut.
4. Temukan informasi kepemilikan saham
Di halaman profil emiten, cari bagian Komposisi Pemegang Saham atau Shareholding Composition.
5. Identifikasi porsi saham publik
Free float adalah persentase saham yang dimiliki publik, yaitu saham yang tidak dikuasai pemegang saham pengendali, direksi, komisaris, atau pemilik strategis.
6. Cek kolom “Free Float” secara langsung (jika tersedia)
Pada beberapa halaman emiten di situs BEI, nilai Free Float (%) sudah ditampilkan secara eksplisit.
7. Gunakan situs atau aplikasi pendukung (opsional)
Anda juga bisa melihat free float melalui aplikasi atau situs data saham seperti RTI Business, Stockbit, Investing, atau Bloomberg dengan membuka detail saham terkait.
8. Pastikan data terbaru
Free float bisa berubah karena aksi korporasi (rights issue, private placement, buyback), jadi pastikan tanggal pembaruan data masih relevan.
Demikian rangkuman mengenai apa itu free float saham, lengkap dari pengertian, kebijakan, cara menghitung, dan cara melihat free float yang dapat menambah wawasan para investor.
FAQ seputar free float
| Berapa minimal free float saham di Indonesia? | Berdasarkan aturan terbaru, batas minimal free float saham naik dari 7,5 persen menjadi 15 persen dari total saham beredar secara bertahap di tahun 2026. |
| Apakah free float yang tinggi pasti bagus? | Umumnya saham dengan free float tinggi layak dipertimbangkan karena likuiditasnya lebih terjamin dan lebih aman dari manipulasi. Namun, tingkat free float yang terlalu tinggi dan kurang diminati membuat saham tidak memiliki pergerakan signifikan. |
| Apa dampak emiten yang tidak memenuhi syarat minimal free float saham? | Emiten yang tidak memenuhi syarat free float akan dikenakan notasi khusus, masuk papan pemantauan khusus, hingga sanksi atau delisting. |














