Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Emas Global Anjlok 6% Hari Ini, Simak Prediksi Harga Ke Depan

ilustrasi emas
ilustrasi emas (unsplash.com/Zlaťáky.cz)
Intinya sih...
  • Harga emas turun 6% ke US$4.640 per ounce troy karena aksi ambil untung investor setelah reli panjang.
  • Investor global mulai diversifikasi portofolio dengan meningkatkan alokasi pada emas sebagai aset penyimpan nilai.
  • Penurunan harga emas diprediksi tidak akan berlangsung lama, dengan proyeksi penguatan hingga mendekati level 5600 pada pekan depan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE - Harga emas mencatatkan penurunan di hari kedua Februari 2026. Berdasarkan Trading Economics, emas merosot lebih dari enam persen ke kisaran US$4.640 per ounce troy.

Penurunan ini terjadi seiring dengan aksi ambil untung investor setelah reli panjang yang mendorong harga emas ke level tertinggi pada pekan lalu. Di sisi lain, pencalonan Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump sebagai pengganti Jerome Powell untuk memimpin Federal Reserve menuai kekhawatiran.

Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menyoroti tren diversifikasi portofolio global yang semakin masif. Menurutnya banyak institusi besar termasuk bank sentral mulai mengurangi ketergantungan terhadap aset berbasis dolar AS dan meningkatkan alokasi pada emas sebagai aset penyimpan nilai (store of value).

"Permintaan emas melalui Exchange Traded Fund (ETF) tercatat tetap kuat, bahkan mencetak rekor. ETF emas kini menjadi saluran utama investasi, baik bagi investor institusional maupun ritel, dalam menghadapi risiko makroekonomi dan ketidakstabilan finansial," ujar Andy dalam analisis hariannya.

Namun demikian, penurunan harga emas diprediksi tidak akan berlangsung lama. Dari sisi fundamental, Andy menilai, ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Federal Reserve menjadi faktor pendukung utama. Pasar secara luas memperkirakan arah kebijakan moneter The Fed akan cenderung lebih dovish pada 2026, dengan peluang penurunan suku bunga yang semakin terbuka.

Kondisi tersebut berpotensi menekan imbal hasil obligasi riil, sehingga meningkatkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas kerap menjadi instrumen lindung nilai yang lebih menarik bagi investor global.

Secara teknikal, Andy Nugraha memproyeksikan jika tekanan tren bullish masih berlanjut, harga emas berpotensi melanjutkan penguatan hingga mendekati level 5600 pada pekan depan. Area tersebut menjadi target kenaikan berikutnya yang berpotensi diuji apabila sentimen positif global tetap terjaga dan tidak ada kejutan dari kebijakan moneter utama.

Namun demikian, investor tetap perlu mewaspadai skenario alternatif. Jika terjadi pembalikan arah (reversal) dan harga menembus key point di level US$4.565, maka tekanan jual berpotensi meningkat. Dalam skenario ini, emas berisiko mengalami penurunan lanjutan menuju area US$4.270.

"Risiko ini dapat muncul apabila The Fed menyampaikan pernyataan bernada hawkish atau terjadi kenaikan imbal hasil obligasi AS yang memperkuat dolar," pungkas Andy.

Share
Topics
Editorial Team
Ekarina .
EditorEkarina .
Follow Us

Latest in Market

See More

Emas Global Anjlok 6% Hari Ini, Simak Prediksi Harga Ke Depan

02 Feb 2026, 17:33 WIBMarket