Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Trump Usung Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed, Pasar Kripto Bergejolak

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berpidato di atas mimbar.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Gage Skidmore from Peoria, AZ, United States of America, CC BY SA 20, via Wikimedia Commons)

Jakarta, FORTUNE - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan niatnya mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed) untuk menggantikan Jerome Powell. Warsh selama ini dikenal memiliki pandangan yang relatif ramah terhadap aset kripto, sekaligus bersikap tegas soal disiplin kebijakan moneter.

Trump menekankan rekam jejak Warsh yang pernah menjabat sebagai Gubernur The Fed pada 2006–2011, serta kiprahnya setelah itu di sektor keuangan dan sebagai penasihat kebijakan ekonomi.

Mengutip CoinMarketCap, pasar bereaksi cepat atas pengumuman tersebut. Nama Warsh langsung mencuat sebagai kandidat terkuat, mengungguli sejumlah tokoh lain yang sebelumnya disebut-sebut masuk bursa calon Ketua The Fed.

Namun respons pasar kripto justru cenderung negatif. Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto terbesar melemah dan turun mendekati level US$82.700, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap potensi perubahan arah kebijakan bank sentral AS.

Rekam jejak Warsh

Trump menyebut Warsh sebagai penasihat ekonomi yang ia percaya dan memandang pencalonan ini sebagai upaya mengembalikan disiplin di tubuh bank sentral. Langkah tersebut diambil setelah berbulan-bulan kritik terbuka dari pemerintahan Trump terhadap The Fed, khususnya terkait penanganan inflasi, pembesaran neraca, dan proses normalisasi kebijakan pascapandemi.

Selama masa tugasnya di The Fed, Warsh terlibat langsung dalam pengambilan kebijakan di tengah krisis. Setelah keluar dari bank sentral, ia justru kerap mengkritik kebijakan moneter yang dinilai terlalu longgar dalam jangka panjang.

Warsh berulang kali menyatakan bahwa program pembelian aset berkepanjangan dan neraca bank sentral yang membengkak berpotensi mendistorsi pasar serta menggerus kredibilitas kebijakan. Pandangan tersebut membuatnya dipersepsikan lebih hawkish dibandingkan kepemimpinan The Fed dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam sejumlah pernyataan publik, Warsh juga pernah menyebut Bitcoin dapat berperan sebagai mekanisme disiplin pasar, bukan ancaman langsung bagi kedaulatan moneter.

Sinyal pasar sebenarnya sudah terlihat bahkan sebelum pengumuman resmi, tercermin dari pergerakan nilai tukar dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah yang mulai menyesuaikan diri dengan ekspektasi pencalonannya.

Ke depan, proses konfirmasi di Senat diperkirakan berjalan ketat, mengingat rekam jejak kritik Warsh terhadap intervensi The Fed dan kebijakan regulasi.

Pencalonan Warsh berpotensi menjadi sentimen negatif bagi Bitcoin, ujar pendiri 10x Research Markus Thielen kepada CoinDesk. Menurutnya, penekanan kandidat Federal Reserve tersebut pada “disiplin moneter, suku bunga riil yang lebih tinggi, serta likuiditas yang lebih ketat membuat kripto tidak lagi dipandang sebagai lindung nilai terhadap depresiasi, melainkan sebagai aset spekulatif yang memudar ketika era uang murah berakhir.”

Pencalonan ini pun menambah lapisan ketidakpastian baru di tengah kondisi makroekonomi global yang sudah rumit, ketika pelaku pasar mencoba membaca arah kebijakan moneter AS selanjutnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

Harga Perak Hari Ini, Senin 2 Februari 2026: Turun Rp250

02 Feb 2026, 11:47 WIBMarket