Sumber Alfaria (AMRT) Buka Jaringan Baru di Bangladesh, Bidik 100 Gerai

- Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) membuka gerai baru di Dhaka, Bangladesh.
- Perusahaan membidik pertambahan jumlah gerai di Indonesia pada tahun ini.
- Total gerai Alfamart hingga 2025 mencapai 21.120 dengan pendapatan neto Rp94,47 triliun.
Jakarta, FORTUNE -PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten pengelola jaringan ritel Alfamart, baru saja membuka gerai baru di Dhaka, Bangladesh, melalui skema usaha patungan yang menggandeng Mitsubishi Corporation dan mitra lokal, Kazi Farms Group.
Corporate Affairs Director AMRT, Solihin, mengungkapkan aksi tersebut merupakan realisasi dari penjajakan intensif yang dilakukan perseroan selama satu tahun terakhir. Ia mengakui penetrasi ke pasar Asia Selatan ini memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan ekspansi domestik.
“Persiapannya enggak segampang yang kami bayangkan,” ujar Solihin kepada pers di Alam Sutera, Kamis (29/1).
Meski tidak memerinci nilai investasi yang dikucurkan, manajemen AMRT memiliki ambisi memperluas jaringan di Bangladesh hingga mencapai 100 gerai. Namun, realisasi target tersebut akan bergantung pada evaluasi kinerja ke depan.
Di tengah langkah global tersebut, pasar Indonesia tetap menjadi prioritas utama. Tahun ini, AMRT menargetkan pembukaan 800 gerai baru. Strategi lokasi mulai bergeser. Ekspansi di wilayah Jabodetabek akan mulai dikurangi karena tingkat saturasinya yang tinggi. Perusahaan akan lebih agresif membidik wilayah potensial di luar area tersebut.
“Jabodetabek relatif sedikit penambahannya. Tapi mungkin wilayah tertentu yang masih punya potensi kita akan terus explore untuk kita bisa cepat buka gerai seperti itu,” kata Solihin.
Untuk membiayai ekspansi 800 gerai tersebut, AMRT memastikan dana belanja modal sepenuhnya akan bersumber dari kas internal perusahaan, tanpa perlu penarikan utang baru.
Secara operasional, AMRT menutup 2025 dengan kinerja ekspansif. Perseroan ini berhasil membuka 1.081 gerai baru sepanjang tahun lalu, menjadikan total jaringan gerai Alfamart mencapai 21.120 hingga akhir 2025.
Dari sisi fundamental keuangan, pendapatan masih tumbuh, tapi menghadapi tekanan pada sisi profitabilitas. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2025, pendapatan netonya naik menjadi Rp94,47 triliun dibandingkan dengan Rp88,21 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
Namun, laba tahun berjalan yang diatribusikan ke pemilik entitas induk terkoreksi tipis menjadi Rp2,31 triliun, berbanding Rp2,39 triliun pada periode sama tahun lalu.










