- Trading halt selama 30 menit apabila IHSG turun lebih dari 5 persen.
- Trading halt lanjutan selama 30 menit apabila IHSG kembali turun lebih dari 10 persen.
- Trading suspend apabila IHSG turun lebih dari 15 persen, yang dapat berlangsung hingga akhir sesi perdagangan atau lebih dari satu hari dengan persetujuan OJK.
Apa itu Trading Halt? Ini Pengertian, Mekanisme, dan Dampaknya

- Trading halt adalah penghentian sementara perdagangan untuk meredam volatilitas ekstrem dan menjaga keteraturan pasar.
- BEI menerapkan trading halt secara berjenjang berdasarkan besaran penurunan IHSG dalam satu hari.
- Tekanan IHSG terbaru membuat mekanisme trading halt kembali relevan sebagai pengaman pasar.
Dalam perdagangan pasar modal, volatilitas ekstrem dapat mendorong bursa mengambil langkah pengamanan untuk menjaga keteraturan transaksi. Salah satu mekanisme yang digunakan adalah trading halt, yakni penghentian sementara perdagangan efek dalam kondisi tertentu.
Trading halt bukanlah kebijakan yang bersifat arbitrer. Mekanisme ini diterapkan oleh bursa sebagai bagian dari sistem pengendalian risiko ketika pergerakan harga dinilai tidak wajar atau berpotensi mengganggu fungsi pasar yang teratur, wajar, dan efisien.
Bagi investor, pemahaman mengenai trading halt menjadi penting karena kebijakan ini berdampak langsung pada aktivitas transaksi dan pengelolaan portofolio. Berikut penjelasan lengkap apa itu trading halt beserta dampak dan cara kerjanya.
Table of Content
Apa itu trading halt?
Dalam konteks pasar keuangan, trading halt adalah penghentian atau penangguhan sementara aktivitas perdagangan saham atau instrumen tertentu oleh bursa efek atau otoritas pasar. Mengacu pada Investopedia, trading halt dilakukan untuk memberikan waktu bagi pasar dalam mencerna informasi penting, meredam volatilitas berlebihan, serta menjaga integritas pembentukan harga.
Di Indonesia, kebijakan trading halt diterapkan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai bagian dari protokol pengamanan pasar. Mekanisme ini tidak hanya berlaku pada saham individual, tetapi juga dapat diterapkan secara menyeluruh terhadap perdagangan apabila Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tajam dalam satu hari perdagangan.
Ketika trading halt diberlakukan, aktivitas jual beli dihentikan sementara. Pesanan yang belum dieksekusi dapat dibatalkan sesuai ketentuan bursa, sementara perdagangan akan kembali dibuka setelah periode penghentian berakhir.
Aturan trading halt di Bursa Efek Indonesia
Penerapan trading halt di BEI mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), termasuk Surat Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK Nomor S-274/PM.21/2020. Dalam aturan tersebut, BEI memiliki kewenangan melakukan beberapa tahapan penghentian perdagangan berdasarkan besaran penurunan IHSG dalam satu hari, yaitu:
Skema berjenjang ini dirancang untuk memberi ruang jeda bagi pasar dalam merespons tekanan ekstrem sekaligus mencegah eskalasi panic selling.
Faktor pemicu trading halt
Trading halt dapat dipicu oleh berbagai kondisi. Salah satu faktor utama adalah pergerakan harga yang ekstrem dan tiba-tiba, baik pada level saham individual maupun indeks secara keseluruhan. Penurunan IHSG yang signifikan dalam waktu singkat menjadi salah satu pemicu paling umum.
Selain itu, kebijakan ini juga dapat diterapkan untuk menunggu pengumuman material yang berpotensi memengaruhi harga saham, menangani ketidakseimbangan pesanan beli dan jual, atau merespons gangguan teknis pada sistem perdagangan seperti Jakarta Automated Trading System (JATS).
Faktor eksternal, termasuk kondisi politik, sosial, atau gangguan keamanan, juga dapat mendorong bursa mengambil langkah penghentian sementara guna menjaga stabilitas pasar.
Cara kerja trading halt
Saat trading halt diberlakukan, seluruh aktivitas perdagangan dihentikan selama periode yang telah ditentukan. Investor tidak dapat melakukan transaksi jual atau beli saham dalam rentang waktu tersebut.
Dalam kondisi tertentu, bursa dapat menghentikan perdagangan pada saham tertentu untuk menunggu keterbukaan informasi dari emiten. Setelah informasi material diumumkan secara publik, perdagangan dapat dilanjutkan kembali. Mekanisme ini bertujuan menjaga transparansi dan mencegah terjadinya perdagangan berdasarkan informasi yang belum tersedia bagi seluruh pelaku pasar.
Setelah masa trading halt berakhir, perdagangan dibuka kembali sesuai jadwal yang ditetapkan bursa tanpa perubahan jam perdagangan reguler.
Dampak trading halt bagi investor
Kebijakan trading halt membawa dampak yang beragam bagi investor, baik dari sisi positif maupun risiko yang menyertainya.
Dampak positif:
- Memberikan waktu jeda untuk meredam panic selling di tengah volatilitas tinggi.
- Memberi kesempatan bagi investor untuk mengevaluasi informasi terbaru dan menghitung ulang portofolio secara lebih rasional.
- Mengurangi risiko pembentukan harga yang tidak mencerminkan kondisi fundamental.
Dampak negatif:
- Investor tidak dapat melakukan transaksi selama periode penghentian, sehingga fleksibilitas pengelolaan posisi menjadi terbatas.
- Potensi lonjakan volatilitas saat perdagangan dibuka kembali, terutama pada saham yang sebelumnya turun tajam atau mencapai auto rejection bawah (ARB).
- Munculnya spekulasi pasar apabila penyebab trading halt tidak dipahami secara luas.
Situasi terkini pasar: IHSG anjlok usai pengumuman MSCI
Pemahaman mengenai trading halt menjadi relevan seiring tekanan tajam yang terjadi di pasar saham domestik. Pada perdagangan Rabu (28/1/2026), IHSG sempat anjlok lebih dari 6 persen pada pembukaan, dengan tekanan jual meluas di hampir seluruh sektor dan saham-saham berkapitalisasi besar.
Tekanan tersebut terjadi di tengah respons pasar terhadap kebijakan terbaru dari penyedia indeks global MSCI, yang membekukan sementara sejumlah perubahan indeks saham Indonesia. Kebijakan tersebut memicu kekhawatiran investor terhadap arus dana pasif dan aspek investabilitas pasar, sehingga memperbesar volatilitas pada awal perdagangan.
Dalam situasi seperti ini, mekanisme trading halt menjadi salah satu instrumen yang disiapkan bursa untuk menjaga stabilitas apabila tekanan pasar meningkat hingga melewati ambang batas yang ditetapkan.
FAQ seputar trading halt
| Apa tujuan utama trading halt? | Trading halt bertujuan menjaga stabilitas pasar dan memberi waktu bagi investor dalam merespons volatilitas ekstrem. |
| Berapa lama trading halt berlangsung di BEI? | Trading halt berlangsung selama 30 menit untuk setiap tahap penurunan IHSG sesuai ketentuan yang berlaku. |
| Apakah trading halt selalu berdampak positif bagi investor? | Trading halt membantu meredam kepanikan, tetapi dapat memicu volatilitas lanjutan saat perdagangan dibuka kembali. |












