Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

MBMA Umumkan Rencana Buyback, Siapkan Dana Rp1,7 Triliun

MBMA Umumkan Rencana Buyback, Siapkan Dana Rp1,7 Triliun
ilustrasi PT Merdeka Battery Materials Tbk, perusahaan nikel di Indonesia (merdekacoppergold.com)

Jakarta, FORTUNE - Di tengah awan mendung yang menggelayuti pergerakan harganya di lantai bursa, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) memutuskan untuk melakukan langkah defensif. Anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) ini mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham dengan alokasi dana yang tidak main-main: maksimal Rp1,7 triliun.

Langkah ini diambil sebagai jawaban atas fluktuasi pasar yang dianggap belum mencerminkan nilai fundamental perusahaan. Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis Senin (16/3), emiten nikel ini akan menyerok maksimal 1,8 miliar lembar sahamnya dalam kurun waktu paling lama tiga bulan, terhitung sejak 17 Maret hingga 16 Juni 2026.

"Pembelian kembali saham akan dilakukan secara bertahap atau secara penuh melalui BEI. Perseroan akan menunjuk 1 perusahaan efek untuk melakukan pembelian kembali saham," demikian dikutip dari pengumuman resmi MBMA.

Namun, aksi korporasi ini bukan tanpa pagar. Demi menjaga integritas transaksi, perseroan menetapkan larangan keras bagi sejumlah pihak untuk memperdagangkan saham MBMA selama periode buyback berlangsung. Pihak-pihak yang "dikunci" geraknya meliputi jajaran komisaris, direksi, pegawai, hingga pemegang saham utama.

Larangan serupa juga berlaku bagi orang dalam yang memiliki akses informasi khusus karena kedudukan maupun hubungan usahanya dengan perseroan, termasuk mereka yang baru saja menanggalkan jabatan tersebut dalam enam bulan terakhir.

Secara teknis, aksi ini diproyeksikan akan mengubah postur ekuitas perseroan. Jika buyback terserap maksimal, rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar akan menyusut dari 107,99 miliar unit menjadi 106,19 miliar unit saham. Imbas positifnya, laba per saham dasar (EPS) MBMA akan terdongkrak dari 0,00023 menjadi 0,00024.

Pihak manajemen meyakini bahwa penggelontoran dana triliunan rupiah ini tidak akan mengganggu napas operasional maupun pendapatan perusahaan.

"Pembelian kembali saham ini dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas harga saham serta meningkatkan kepercayaan investor, sehingga harga saham perseroan dapat mencerminkan nilai fundamental perseroan secara lebih wajar," demikian manajemen dalam prospektus.

Keputusan buyback ini muncul bukan tanpa alasan kuat. Data perdagangan mencatat harga saham MBMA tengah mengalami tekanan cukup dalam. Dalam sebulan terakhir, harga sahamnya telah luruh 12,74 persen.

Pada penutupan perdagangan Senin pukul 15.12 WIB, saham MBMA masih terjerembap di zona merah, diperdagangkan pada level Rp685 atau melemah 2,84 persen. Melalui intervensi pasar ini, Merdeka Battery berharap dapat mengerem laju koreksi dan mengembalikan gairah para pemodal di tengah ketidakpastian sentimen sektor komoditas.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Market

See More

Pendapatan dan Laba 2025 Summarecon (SMRA) Tertekan, Saham Memerah

16 Mar 2026, 17:22 WIBMarket