- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
Periode: 12 bulan pasca RUPST 12 Maret 2026
Dana: Rp5 triliun - PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)
Periode: 4 Februari–3 Mei 2026
Dana: Rp2 triliun - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)
Periode: 4 Februari–3 Mei 2026
Dana: Rp2 triliun - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)
Periode: 6 Februari–5 Mei 2026
Dana: Rp1 triliun - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI)
Periode: 9 Maret 2026–8 Maret 2027
Dana: Rp1,5 triliun - PT Barito Pacific Tbk (BRPT)
Periode: 4 Februari–3 Mei 2026
Dana: Rp1 triliun - PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN)
Periode: 4 Februari–3 Mei 2026
Dana: Rp750 miliar - PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC)
Periode: 3 Februari–2 Mei 2026
Dana: Rp500 miliar - PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)
Periode: 2 Februari–1 Mei 2026
Dana: Rp300 miliar - PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)
Periode: 3 Februari–2 Mei 2026
Dana: Rp250 miliar - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
Periode: 29 Januari–28 April 2026
Dana: Rp250 miliar - PT RMK Energy Tbk (RMKE)
Periode: 2 Februari–1 Mei 2026
Dana: Rp200 miliar - PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
Periode: 30 Januari–30 April 2026
Dana: Rp200 miliar - PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA)
Periode: 3 Februari–17 Mei 2026
Dana: Rp100 miliar - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI)
Periode: 30 Januari–29 April 2026
Dana: Rp60,7 miliar
Daftar Saham yang akan Buyback saat Pasar Berfluktuasi

- Total dana buyback saham awal 2026 mencapai sekitar Rp27,1 triliun.
- Buyback dilakukan sebagai respons atas volatilitas pasar saham.
- Sejumlah emiten memanfaatkan relaksasi aturan OJK untuk buyback tanpa RUPS
Jakarta, FORTUNE — Aksi pembelian kembali saham atau buyback kembali marak di pasar modal Indonesia pada awal 2026. Sejumlah emiten menyiapkan dana jumbo untuk menyerap saham beredar di tengah tekanan pasar yang dipicu isu investability Indonesia dalam indeks global MSCI.
Langkah ini tercatat sebagai salah satu respons korporasi untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas.
Berdasarkan kompilasi terbaru hingga 5 Februari 2026, total dana yang disiapkan emiten untuk buyback saham mencapai sekitar Rp27,1 triliun.
Data tersebut dihimpun dari keterbukaan informasi emiten dan rangkuman Stockbit Sekuritas, dengan mayoritas periode pelaksanaan berlangsung pada kuartal I hingga awal kuartal II 2026.
Latar belakang aksi buyback emiten
Tekanan di pasar saham mendorong sejumlah perusahaan terbuka mengaktifkan kebijakan buyback, sebagian di antaranya tanpa memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Relaksasi aturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memungkinkan emiten melakukan pembelian kembali saham dalam kondisi pasar berfluktuasi.
Stockbit Sekuritas mencatat, selain aksi buyback oleh emiten, sejumlah pemegang saham pengendali serta jajaran direksi dan komisaris juga tercatat melakukan pembelian saham di pasar.
Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati langkah regulator sebagai faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor.
Daftar saham yang akan di-buyback
Berikut daftar saham yang akan di-buyback, dengan informasi periode dan alokasi dana terbaru:
- PT Astra International Tbk (ASII)
Periode: 19 Januari–25 Februari 2026
Dana: Rp2 triliun - PT United Tractors Tbk (UNTR)
Periode: 22 Januari–15 April 2026
Dana: Rp2 triliun - PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
Periode: 28 Mei 2025–27 Mei 2026
Dana: Rp3 triliun - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Periode: 26 Maret 2025–25 Maret 2026
Dana: Rp3 triliun - PT Harum Energy Tbk (HRUM)
Periode: 22 Januari–15 April 2026
Dana: Rp2 triliun
Perkembangan terbaru dan perhatian investor
Sebagian aksi buyback tersebut telah berjalan, sementara yang lainnya masih menunggu persetujuan RUPS atau berada dalam masa pengajuan.
Emiten menyatakan buyback dilakukan pada harga yang dinilai wajar dengan tetap memperhatikan kondisi likuiditas dan kinerja keuangan perusahaan.
Hingga awal Februari 2026, aksi korporasi ini menjadi salah satu langkah yang paling banyak diperhatikan pelaku pasar, seiring upaya menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika global dan domestik.
FAQ seputar daftar saham yang akan di-buyback
| Apa itu buyback saham? | Buyback saham adalah aksi perusahaan membeli kembali sahamnya yang beredar di pasar. |
| Mengapa banyak emiten melakukan buyback pada 2026? | Buyback dilakukan di tengah volatilitas pasar dan tekanan sentimen akibat isu investability MSCI. |
| Apakah buyback selalu membutuhkan persetujuan RUPS? | Tidak, sebagian buyback dapat dilakukan tanpa RUPS sesuai relaksasi aturan OJK. |











