Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Alasan Danantara Terbitkan Bond Baru Senilai Rp7 Triliun

Alasan Danantara Terbitkan Bond Baru Senilai Rp7 Triliun
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya Sih
  • PT Danantara Investment Management menerbitkan surat utang baru sebagai bagian dari strategi pendanaan jangka panjang dan respons atas tingginya minat investor.

  • Penerbitan dilakukan secara privat melalui instrumen Medium Term Notes II Tahun 2026 Tahap I.

  • Danantara menegaskan komitmennya menjalankan mandat sovereign fund secara profesional.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, FORTUNE - PT Danantara Investment Management (Persero) kembali melanjutkan strategi pendanaan jangka panjangnya dengan menerbitkan surat utang baru senilai Rp7 triliun. Langkah ini menjadi bagian dari upaya lembaga sovereign fund tersebut mengakomodasi tingginya minat investor sekaligus memperkuat pembiayaan transformasi ekonomi nasional.

Managing Director Finance Danantara Investment Management, Djamal Attamimi, mengungkapkan bahwa penerbitan ini tidak dapat dilepaskan dari respons positif pasar terhadap instrumen sebelumnya, yakni Patriot Bonds, yang dirilis pada September 2025 dengan nilai Rp50 triliun.

Tingginya permintaan tersebut mendorong Danantara untuk kembali menghadirkan alternatif investasi melalui instrumen surat utang jangka panjang.

“Danantara Indonesia akan terus mengakomodasi minat calon investor, termasuk melalui penerbitan Surat Utang Jangka Panjang yang bersifat privat dan sukarela.,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (17/3).

Djamal mengatakan, Danantara Indonesia berkomitmen untuk melaksanakan mandatnya sebagai sovereign fund secara profesional melalui penerapan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik. 

"Inisiatif pembiayaan seperti ini bertujuan untuk mendukung transformasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan," ujarnya.

Instrumen terbaru yang diterbitkan adalah Medium Term Notes (MTN) atau Surat Utang Jangka Panjang (SUJP) II Tahun 2026 Tahap I dengan total nilai nominal Rp7 triliun. Berdasarkan data dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia, penerbitan ini dilakukan tanpa melalui penawaran umum, melainkan secara privat.

MTN tersebut terbagi dalam dua seri, masing-masing senilai Rp3,5 triliun. Seri A berkode DNTR02A1JP dengan tenor lima tahun satu hari dan jatuh tempo pada 18 Maret 2031. Sementara itu, Seri B berkode DNTR02B1JP memiliki tenor tujuh tahun dengan jatuh tempo pada 17 Maret 2033.

Kedua seri menawarkan bunga tetap 2 persen per tahun, dengan pembayaran kupon dilakukan setiap tahun menggunakan metode perhitungan 30/360. Distribusi efek secara elektronik dilakukan pada 17 Maret 2026, sedangkan pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 17 Maret 2027.

Dalam proses penerbitan ini, PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penata laksana, sementara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berperan sebagai agen pemantau.

 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bonardo Maulana
EditorBonardo Maulana
Follow Us

Latest in Market

See More