Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

IHSG Anjlok 6,8 Persen, Saham Konglomerat Berjatuhan Pagi Ini

laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Layar yang menunjukkan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Intinya sih...
  • IHSG anjlok tajam pada pembukaan perdagangan dengan tekanan jual meluas.
  • Saham konglomerat dan big cap ramai-ramai terkunci auto rejection bawah.
  • Kebijakan interim MSCI menjadi konteks eksternal yang membayangi pasar.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada perdagangan Rabu pagi (28/1). Indeks dibuka merosot 6,8 persen ke level 8.369,48, mencerminkan tekanan jual masif di pasar saham domestik sejak awal sesi.

Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan tekanan terjadi secara luas. Sebanyak 488 saham bergerak di zona merah, hanya 62 saham menguat, sementara 408 saham stagnan.

Nilai transaksi pagi hari tercatat mencapai Rp2,62 triliun dengan volume 3,94 miliar saham yang diperdagangkan dalam 209.900 kali transaksi.

Tekanan meluas, seluruh sektor dibuka melemah

Pelemahan IHSG terjadi serentak di seluruh sektor. Pada pembukaan perdagangan, sektor energi mencatat koreksi terdalam dengan penurunan 9,24 persen. Sektor infrastruktur melemah 7,42 persen, diikuti sektor bahan baku yang turun 6,06 persen serta sektor properti yang terkoreksi 5,44 persen.

Sektor siklikal turun 4,92 persen, sektor industri melemah 4,53 persen, dan sektor teknologi terkoreksi 4,63 persen. Tekanan juga terlihat pada sektor keuangan yang turun 2,93 persen, sektor kesehatan minus 3,10 persen, serta sektor transportasi melemah 1,19 persen. Tidak ada satu pun sektor yang berhasil bertahan di zona hijau pada awal perdagangan.

Seiring pelemahan indeks, pergerakan saham cenderung didominasi tekanan jual dengan mayoritas saham bergerak stagnan atau terkunci auto rejection bawah (ARB).

Saham konglomerat dan big cap ramai-ramai ARB

Tekanan paling signifikan terjadi pada saham-saham konglomerat dan emiten berkapitalisasi besar yang selama ini lekat dengan narasi indeks global.

Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) anjlok hingga ARB 14,53 persen ke level Rp294 per saham dengan nilai transaksi mencapai Rp397 miliar.

Saham Grup Bakrie lainnya, PT Darma Henwa Tbk (DEWA), merosot 10,45 persen ke Rp600 per saham setelah sempat menyentuh batas ARB. Saham PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) juga terkunci ARB 15 persen ke Rp1.105 per saham.

Tekanan serupa dialami saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang turun 10,04 persen serta saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) yang jatuh hingga ARB 14,97 persen.

Dari Grup Barito, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) anjlok 14,87 persen, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 14,44 persen, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 9,21 persen, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) terkoreksi 8,15 persen, dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melemah 8,93 persen.

Saham emiten milik Happy Hapsoro juga tertekan. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) sama-sama terkunci ARB masing-masing 15 persen dan 14,81 persen. Saham PT Pakuan Tbk (UANG) turun 14,69 persen, sementara PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melemah 8,50 persen.

Saham properti PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) turut jatuh hingga ARB 14,89 persen.

Perdagangan sempat memangkas penurunan

Meski dibuka jatuh dalam, IHSG sempat memangkas pelemahan pada pukul 09.22 WIB. Indeks tercatat turun 4,73 persen ke level 8.555,17. Namun, jumlah saham yang menguat masih sangat terbatas, hanya 53 saham, dengan 636 saham berada di zona merah dan 269 saham stagnan.

Pada sisi lain, tiga saham yang masuk daftar top gainers pagi ini adalah PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO), PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI), dan PT Buana Artha Anugerah Tbk (STAR).

Sementara itu, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA), dan PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) berada di jajaran top losers.

MSCI membayangi pergerakan pasar

Tekanan di pasar saham terjadi setelah pengumuman terbaru dari penyedia indeks global MSCI pada Selasa (27/1) malam waktu setempat. MSCI memutuskan menerapkan pembekuan sementara terhadap sejumlah perubahan indeks yang melibatkan saham Indonesia.

Langkah tersebut diambil setelah MSCI menyelesaikan konsultasi terkait penilaian free float saham Indonesia. Meski terdapat perbaikan minor pada data free float dari BEI, MSCI menilai persoalan transparansi struktur kepemilikan saham dan risiko investabilitas masih belum teratasi.

Dalam kebijakan sementara tersebut, MSCI membekukan kenaikan bobot saham Indonesia, menahan penambahan saham ke dalam indeks MSCI, serta menghentikan migrasi naik antarsegmen indeks.

MSCI juga membuka kemungkinan peninjauan ulang status Indonesia di indeks Emerging Markets apabila hingga Mei 2026 tidak terdapat kemajuan signifikan dalam peningkatan transparansi pasar.

FAQ seputar IHSG Anjlok

Berapa penurunan IHSG pada pembukaan perdagangan hari ini?

IHSG dibuka turun 6,8 persen ke level 8.369,48 pada Rabu (28/1).

Sektor apa yang paling tertekan saat IHSG anjlok?

Sektor energi mencatat penurunan terdalam dengan koreksi 9,24 persen.

Apa faktor eksternal yang membayangi pergerakan IHSG?

Pasar merespons kebijakan pembekuan sementara indeks saham Indonesia oleh MSCI.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Market

See More

Tanggapi Langkah MSCI, BEI: Kami Terus Diskusi Ihwal Transparansi Data

28 Jan 2026, 12:02 WIBMarket