- Menyediakan data kepemilikan emiten secara detail, sesuai standar MSCI. Termasuk data terkait pemilik manfaat atau ultimate beneficial owner (dimulai dari emiten IDX100) dan kepemilikan saham di atas 5 persen dan di bawah 5 persen. Langkah ini ditargetkan rampung pada kuartal-I 2026.
- BEI akan meningkatkan batas minimal free float saham dari 7,5 persen menjadi 15 persen pada Februari 2026. Emiten yang tak bisa memenuhi ketentuan baru itu akan diberi exit policy.
IHSG Diproyeksi Rebound Terbatas, Didorong Langkah Stabilisasi OJK-BEI

Jakarta, FORTUNE - Setelah ditutup melemah 1,06 persen ke level 8.231 dan sempat trading halt kedua pada 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi menguat terbatas pada Jumat (30/1).
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, IHSG berpeluang rebound terbatas dengan resisten terdekat di 8.400. Daftar saham yang ia soroti pada perdagangan hari ini, yakni: MDKA, GOTO, dan ELSA.
Kendati ada kans rebound, tekanan jual asing yang masih berlanjut tetap menjadi faktor risiko utama IHSG hari ini. "Dengan area support di 7.956-8.000," kata Reza dalam riset hariannya.
Sebelumnya, pada perdagangan kemarin, IHSG sempat menyentuh level terendah intraday, yakni 7.841. Tekanan pasar masih terefleksi pada aksi jual asing sebesar Rp5,11 triliun.
Namun, intensitas aksi jual mulai mereda, menyusul pengumuman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait langkah stabilisasi untuk merespons kekhawatiran investability MSCI terhadap pasar Indonesia.
Sebagai konteks, berikut ini daftar langkah yang OJK dan BEI umumkan untuk tujuan tersebut:
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan, secara teknikal, IHSG mulai oversold berdasarkan indikator RSI disertai dengan kenaikan volume.
Ia menambahkan, pengumuman OJK-BEI tersebut membuat IHSG bounce back dari level terendah di 7.482 dan ditutup hanya -1,07 persen. Ia memproyeksikan IHSG hari ini bergerak antara support 8.128 dan 7.881, dengan resisten 8.328 dan 8.528.
"Akumulasi saham terpilih dengan fundamental yang solid, fokus pada saham yang diperlukan, yang menunjukkan tanda-tanda pembalikan tren, dan memanfaatkan manajemen risiko secara efektif," kata Nafan.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas memprediksi, jika IHSG bertahan di atas level 8.000, maka ada peluang bergerak di rentang 8.200-8.400. Namun, bila iHSG kembali melemah menembus level 8.000, maka diproyeksikan akan kembali menguji level 7.770/7.600/7.500. Daftar saham pilihan mereka adalah BBCA, BBRI, BBNI, TLKM, dan ASII.












