Masih Dibayangi Interim Freeze MSCI, IHSG Diproyeksi Koreksi Lagi

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan kembali terkoreksi pada Kamis (29/1), setelah ditutup melemah 7,35 persen di akhir perdagangan Rabu (28/1).
Technical analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, mengatakan, koreksi IHSG kemarin disertai aksi jual asing jumbo , yakni, Rp6,12 triliun, sekaligus memicu trading halt pertama pada 2026. Tekanan tajam itu dipicu oleh pengumuman MSCI (27/1) yang menetapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia, termasuk pembekuan sejumlah perubahan dalam indeks review—termasuk review Februari 2026.
"Secara teknikal, IHSG masih berisiko melanjutkan pelemahan dengan area support di 8.200–8.210," kata Reza dalam risetnya.
Investor disarankan menunggu konfirmasi stabilisasi atau meredanya tekanan jual, sembari mencermati tindak lanjut regulator terkait kebijakan MSCI serta keputusan suku bunga The Fed sebagai katalis berikutnya. Saham yang masuk pantauan BRIDS hari ini adalah MDKA dan HMSP.
Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memprediksikan IHSG melaju di antara support 8.178 dan 8.122, serta resisten di level 8.458 dan 8.514. "Secara teknikal, IHSG mulai oversold berdasarkan indikator RSI setelah breakdown dari MA20&60 yang masih berada dalam positive crossover," jelas Nafan dalam risetnya.
Market memfaktorkan terkait penahanan suku bunga the Fed pada 3,75 persen di tengah tekanan politik dan isu independensi the Fed, apalagi menjelang berakhirnya masa jabatan Jerome Powell pada Mei 2026. Hal ini juga membuat harga emas dunia menguat di atas US$5400 per ons.
Di sisi lain, pasar juga memperkirakan terdapat maksimal dua kali pemangkasan suku bunga, khususnya pada H2-2026.
Dari domestik, selama sentimen dampak kebijakan interim freeze MSCI masih kuat, maka IHSG akan terus terkoreksi.
"Untuk itu, koordinasi BEI, OJK, dan KSEI dengan MSCI harus terus ditingkatkan demi mengurangi gejolak serta meningkatkan kepercayaan pasar, transparansi struktur kepemilikan dan free float pasar modal Indonesia. Bila terjadi pemulihan keyakinan pasar ketika isu teknis ini bisa terselesaikan dengan baik, maka IHSG berpeluang rebound," kata Nafan.










