Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

IHSG Anjlok Lagi, BEI Lakukan Trading Halt Dua Hari Beruntun

ilustrasi saham
ilustrasi saham (unsplash.com/Maxim Hopman)
Intinya sih...
  • IHSG anjlok lagi pada Kamis (29/1) dan memicu trading halt dua hari berturut-turut.
  • Setelah trading halt dicabut, tekanan jual berlanjut hingga IHSG turun lebih dari 10 persen.
  • Pemerintah menilai pelemahan bersifat sementara dan tidak mencerminkan fundamental ekonomi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, FORTUNE — Tekanan jual di pasar saham domestik kembali meningkat pada perdagangan Kamis (29/1/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lagi dan memicu pembekuan sementara perdagangan atau trading halt oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk hari kedua berturut-turut.

Pada perdagangan pagi, IHSG langsung tertekan sejak pembukaan dan sempat turun hingga 8 persen dalam waktu kurang dari satu jam.

Kondisi tersebut mendorong BEI menghentikan sementara perdagangan saham guna menjaga keteraturan dan stabilitas pasar, sebagaimana diatur dalam ketentuan perdagangan efek bersifat ekuitas.

Trading halt diberlakukan setelah IHSG jatuh 8 persen

BEI secara resmi mengumumkan telah melakukan pembekuan sementara perdagangan pada pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS). Penghentian tersebut dilakukan setelah IHSG mengalami penurunan hingga 8 persen.

“Perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 09:56:01 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan. Tindakan ini dilakukan karena terdapat penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 8 persen,” tulis BEI dalam siaran persnya, Kamis (29/1).

BEI menjelaskan, kebijakan ini diambil untuk memastikan perdagangan saham tetap berlangsung secara teratur, wajar, dan efisien. Langkah tersebut mengacu pada Peraturan Bursa Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas serta Surat Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00002/BEI/04-2025.

Tekanan jual berlanjut usai trading halt dicabut

Setelah perdagangan dibuka kembali, tekanan jual tidak mereda. IHSG justru kembali melemah lebih dalam dan tercatat turun lebih dari 10 persen. Per pukul 09.59 WIB, indeks ambles 835,20 poin atau 10,04 persen ke level 7.485,35.

Sejak dibuka di posisi 8.027,83, IHSG bergerak turun konsisten dan menyentuh level terendah harian di 7.481,99. Pelemahan tersebut menyeret kapitalisasi pasar BEI hingga menyusut ke sekitar Rp13.577,75 triliun, dari posisi sebelumnya yang berada di atas Rp16.000 triliun.

Tekanan terjadi secara luas di seluruh pasar. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 726 saham tercatat melemah, hanya 21 saham menguat, dan 25 saham stagnan. Volume perdagangan mencapai 17,04 miliar saham dengan nilai transaksi Rp13,22 triliun dan frekuensi lebih dari 1 juta kali transaksi.

IHSG anjlok lagi, sentimen negatif masih membayangi pasar

Pelemahan lanjutan IHSG mencerminkan tekanan jual yang masih kuat, meski mekanisme pengaman pasar telah diaktifkan. Dalam dua hari berturut-turut, pasar saham Indonesia mengalami volatilitas tinggi yang ditandai oleh penurunan tajam indeks dan dominasi saham-saham di zona merah.

BEI menegaskan bahwa penerapan trading halt merupakan langkah teknis yang bersifat sementara.

Kebijakan ini bertujuan memberi jeda bagi pelaku pasar untuk merespons tekanan yang terjadi secara lebih terukur, sekaligus mencegah pembentukan harga yang tidak mencerminkan kondisi pasar yang wajar.

Tanggapan pemerintah: Purbaya minta investor tetap tenang

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta investor untuk tidak panik menghadapi pelemahan IHSG yang memicu trading halt selama dua hari berturut-turut.

Purbaya menilai tekanan pasar saat ini merupakan reaksi sementara terhadap isu indeks global, khususnya terkait MSCI, dan tidak mencerminkan fundamental ekonomi nasional.

“Ini jelas shock sementara karena fundamental kita gak masalah. Kalau yang jatuh bursa saham-saham gorengan kan saya udah ingatkan dari dulu, bersihkan bursa dari saham gorengan,” ujar Purbaya di Kementerian Koordinator Perekonomian, Kamis (29/1).

Ia juga menyampaikan bahwa saham-saham berkapitalisasi besar dinilai masih memiliki daya tahan, sementara pelemahan tajam banyak terjadi pada saham yang sebelumnya mengalami kenaikan tinggi.

“Kalau ada yang takut, lari aja ke situ,” kata dia.

Purbaya menambahkan, pemerintah tengah melakukan pembenahan struktural untuk memperkuat fondasi fiskal, termasuk perombakan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta rencana perbaikan di Direktorat Jenderal Pajak.

“Jadi income kita akan makin bagus harusnya, sehingga fondasi fiskal kita gak masalah lagi. Jadi gak usah takut,” ujarnya.

Terkait kekhawatiran MSCI mengenai transparansi dan struktur pasar, Purbaya menyerahkan aspek teknis perbaikannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemerintah dan otoritas pasar modal dijadwalkan memberikan penjelasan lebih lanjut kepada pelaku pasar guna meredam kekhawatiran investor.

FAQ seputar IHSG anjlok lagi

Mengapa IHSG kembali anjlok hari ini?

IHSG tertekan oleh tekanan jual yang masih berlanjut di tengah sentimen negatif pasar.

Apa alasan BEI kembali memberlakukan trading halt?

Trading halt diterapkan karena IHSG turun hingga 8 persen dalam satu hari perdagangan.

Bagaimana respons pemerintah terhadap kondisi pasar?

Pemerintah meminta investor tetap tenang dan menilai pelemahan tidak mencerminkan fundamental ekonomi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yunisda Dwi Saputri
EditorYunisda Dwi Saputri
Follow Us

Latest in Market

See More

Transaksi Multilateral ICDX Melonjak 43,9% Ditopang Kontrak Emas

29 Jan 2026, 13:50 WIBMarket