Ada Gelombang Demonstrasi, IHSG Diprediksi Melaju Terbatas Hari Ini

Jakarta, FORTUNE - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melaju terbatas pada perdagangan Jumat (12/6), setelah ditutup melemah 0,28 persen ke level 5.886,03.
Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, memperkirakan IHSG bergerak dengan support di 5.728 dan 5.623, serta resisten di 5.960 dan 6.000.
"Fokus pasar hari ini akan tertuju pada gelombang demonstrasi yang berlangsung terkait penolakan kenaikan harga bahan bakar dan isu ekonomi nasional, yang berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor terhadap aset-aset domestik di tengah tekanan nilai tukar," kata Reza dalam riset hariannya.
Daftar saham pilihan BRIDS hari ini adalah DSSA, MBMA, dan BBNI.
Kemarin, pelemahan IHSG disertai dengan aksi profit taking setelah reli dua hari beruntun. Sentimen pasar turut dibayangi pelemahan rupiah yang mendekati Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, kontraksi penjualan ritel sebesar 3,7 persen (YoY), serta proyeksi defisit fiskal Indonesia yang tetap tinggi, yakni di kisaran 2,8 persen PDB menurut Bank Dunia.
Di sisi lain, katalis positif seperti pembagian dividen, buyback saham emiten besar, dan efisiensi anggaran MBG belum mampu mengimbangi kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi domestik.
Sementara itu, Phintraco Sekuritas menambahkan, pergerakan rupiah yang masih rentan ini memicu adanya perkiraan bahwa RDG Bank Indonesia pada pekan depan, berpeluang kembali menaikkan BI rate.
Secara teknikal, MACD IHSG berpotensi membentuk golden cross dan IHSG ditutup di atas level MA5 dan MA10. "Sehingga diperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji level 5.900-5.950," kata tim riset Phintraco Sekuritas.
Lebih lanjut, saat ini pemerintah sedang melakukan proses penataan menyeluruh terhadap sistem distribusi dan implementasi program MBG dalam rangka melakukan efisiensi anggaran. Melalui sinkronisasi data dan penataan SPPG, pemerintah optimis dapat menekan biaya operasional.
Sebelumnya, pemerintah telah melakukan efisiensi anggaran program MBG menjadi Rp268 triliun dari alokasi awal Rp335 triliun. Hingga Mei 2026, realisasi program MBG ini telah mencapai Rp88.15 triliun, naik 17,53 persen dari Rp75 triliun pada April 2026.
"Jika efisiensi anggaran MBG dapat ditekan secara signifikan, maka diharapkan berpotensi akan mengurangi defisit APBN," kata tim riset Phintraco Sekuritas.
Daftar saham pilihan tim Phintraco Sekuritas hari ini adalah ISAT, EXCL, CLEO, INTP, dan AADI.









