Altcoin Mulai Bangkit, Kapitalisasi Naik US$371 Miliar

- Kapitalisasi pasar kripto di luar Bitcoin bertambah lebih dari US$371 miliar sejak Juni, dengan indeks TOTAL2 naik sekitar 45 persen menjadi US$1,17 triliun.
- Sebanyak 87 persen altcoin di Binance diperdagangkan di atas MA 200 hari pada 27 September, berbalik dari musim panas ketika 84 persen aset berada di bawah indikator tersebut.
- Aktivitas derivatif dan deposit altcoin di bursa meningkat, tetapi data open interest serta frekuensi deposit belum memastikan arah harga atau besarnya tekanan jual.
Jakarta, FORTUNE – Pasar altcoin mulai mengalami pemulihan sejak pertengahan tahun. Kapitalisasi pasar aset kripto di luar Bitcoin bertambah lebih dari US$371 miliar atau sekitar Rp6.646 triliun dengan asumsi kurs Rp17.920 per dolar AS sejak Juni 2026.
Perkembangan tersebut berjalan beriringan dengan menguatnya sebagian besar altcoin yang tercatat di Binance. Berdasarkan analisis CryptoQuant, sebanyak 87 persen altcoin di bursa tersebut kini diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 200 hari. Melansir crypto.news, analis CryptoQuant Darkfost melaporkan bahwa 87 persen altcoin yang terdaftar di Binance telah bergerak melewati level moving average (MA) 200 hari.
Pada 27 September, Darkfost juga mencatat indeks TOTAL2 telah mengalami kenaikan sekitar 45 persen sejak periode tersebut. TOTAL2 merupakan indeks yang mengukur kapitalisasi pasar kripto di luar Bitcoin dengan tetap memasukkan Ethereum.
Cakupan pemulihan yang semakin luas tersebut dinilai Darkfost sebagai indikasi momentum "bullish" yang kuat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa kondisi pasar dapat memasuki fase yang lebih rentan. TradingView mencatat TOTAL2 kini berada di sekitar US$1,17 triliun atau Rp30.760 triliun. Indeks tersebut mencerminkan gabungan nilai pasar aset kripto yang dipantau TradingView, di luar Bitcoin.
Kondisi tersebut sekaligus menandai pembalikan dari tren teknikal yang sebelumnya berlangsung selama berbulan-bulan. Pergerakan MA 200 hari menunjukkan perubahan cukup tajam dibandingkan situasi pasar beberapa bulan sebelumnya.
Darkfost menyebut sekitar 87 persen altcoin yang tercatat di Binance saat ini berada di atas MA 200 hari. Dengan demikian, hanya sekitar 13 persen aset yang masih diperdagangkan di bawah indikator tren jangka panjang tersebut.
Perubahan arah pasar terlihat semakin jelas menjelang 19 September. Ketika itu, sekitar 70 persen altcoin Binance telah kembali berada di atas MA 200 hari. Pada periode yang sama, TOTAL3, yakni indeks yang tidak memasukkan Bitcoin dan Ethereum, untuk pertama kalinya dalam delapan bulan berhasil melewati level US$800 miliar atau sekitar Rp14.332 triliun.
Proporsi altcoin yang berada di atas MA 200 hari kemudian meningkat menjadi 87 persen berdasarkan perhitungan terbaru Darkfost pada 27 September. Persentase tersebut mencerminkan luasnya pemulihan pasar atau market breadth pada aset yang tersedia di Binance, bukan besaran kenaikan harga masing-masing token.
MA 200 hari atau 200-day moving average merupakan rata-rata harga penutupan sebuah aset selama kurang lebih 200 hari perdagangan. Indikator tersebut lazim digunakan oleh pelaku pasar untuk melihat posisi suatu aset terhadap tren harga jangka panjang.
Pemulihan tersebut berbanding terbalik dengan kondisi yang terjadi selama musim panas. Analisis Darkfost menunjukkan sekitar 84 persen altcoin pasar spot yang tercatat di Binance ketika itu masih berada di bawah MA 200 hari.
Kondisi negatif tersebut telah berlangsung hampir delapan bulan dan menjadi periode terpanjang kedua sejak 2020 ketika mayoritas altcoin Binance berada di bawah indikator tren tersebut. Pada saat itu, Bitcoin berada di kisaran US$59.464 atau sekitar Rp1,06 miliar, sedangkan Ethereum diperdagangkan sekitar US$1.588 atau Rp28,44 juta.
Seiring pemulihan tersebut, TOTAL2 mencatat tambahan kapitalisasi lebih dari US$371 miliar atau sekitar Rp6.646 triliun sejak Juni. Kenaikan tersebut setara dengan pertumbuhan sekitar 45 persen berdasarkan perhitungan Darkfost. Karena mencakup Ethereum tetapi tidak memasukkan Bitcoin, TOTAL2 menjadi salah satu indikator untuk melihat bagaimana pasar menilai aset kripto di luar mata uang kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut.
Data TradingView menunjukkan TOTAL2 berada di sekitar US$1,17 triliun. Dalam sepekan terakhir, indeks tersebut naik sekitar 9,6 persen, sedangkan dalam sebulan terakhir kenaikannya telah melampaui 12 persen. Sementara itu, TOTAL3 berada di sekitar US$810 miliar. Indeks tersebut mengukur gabungan kapitalisasi mata uang kripto yang dipantau TradingView dengan mengecualikan Bitcoin dan Ethereum. Selisih kedua indeks tersebut salah satunya dipengaruhi oleh besarnya kapitalisasi Ethereum. Nilai pasar ETH saat ini berada di kisaran US$334 miliar, sementara Bitcoin memiliki kapitalisasi sekitar US$1,73 triliun.
Pasar derivatif ikut terpengaruh
Penguatan altcoin turut tercermin dari pergerakan di pasar derivatif. Crypto.news, melaporkan pada awal September menyebutkan, jumlah kontrak perpetual futures yang masih terbuka untuk altcoin telah berada di atas Bitcoin. Kondisi tersebut menjadi yang pertama kali terjadi sejak Desember 2024. Adapun Data Coinalyze pada periode tersebut menunjukkan porsi Bitcoin hanya sekitar 37 persen dari keseluruhan posisi perpetual yang masuk dalam pemantauan.
Meningkatnya open interest mengindikasikan aktivitas perdagangan derivatif yang semakin tinggi, termasuk penggunaan leverage di tengah kenaikan sejumlah altcoin. Namun, indikator ini hanya mengukur total kontrak yang masih aktif. Data tersebut belum dapat menunjukkan apakah mayoritas pelaku pasar mengambil posisi untuk mengantisipasi kenaikan maupun penurunan harga.
Di pasar spot, aktivitas perdagangan juga memperlihatkan peningkatan seiring dengan membaiknya performa altcoin. Darkfost pada 15 September mencatat Binance menerima rata-rata 31.800 transaksi deposit altcoin dalam periode tujuh hari. Jumlah itu jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pada Juli yang hanya sekitar 8.300 transaksi.
Peningkatan juga terjadi di bursa lainnya. Rata-rata transaksi deposit di Coinbase naik dari sekitar 2.200 menjadi 4.700 transaksi. Sementara itu, Bybit mencatat jumlah transaksi sekitar 2.700.
Meski demikian, angka tersebut tidak merepresentasikan nilai dana yang masuk ke bursa. Metrik CryptoQuant menghitung frekuensi transaksi deposit, bukan nominal aset yang ditransfer. Karena itu, bertambahnya jumlah deposit hanya menunjukkan meningkatnya aktivitas perpindahan token ke platform perdagangan dan belum dapat diartikan sebagai indikasi pasti terjadinya aksi jual.
Darkfost saat itu menilai peningkatan aktivitas tersebut "bisa jadi terkait dengan tekanan jual". Namun, berdasarkan data yang dianalisisnya, tekanan jual belum menunjukkan level yang sangat tinggi.
Dalam analisis yang sama pada 15 September, kapitalisasi TOTAL3 juga tercatat telah bertambah lebih dari US$136 miliar. Sementara itu, perhitungan TOTAL2 terbaru menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang sejak Juni dan turut memasukkan Ethereum. Perbedaan cakupan tersebut membuat kedua angka kenaikan tersebut tidak mengukur kelompok aset maupun rentang waktu yang sama.
Secara keseluruhan, pemulihan altcoin terlihat dari semakin banyaknya aset yang berada di atas indikator tren jangka panjang, sekaligus meningkatnya aktivitas di bursa. Namun, kedua perkembangan tersebut belum serta-merta menggambarkan arah pergerakan pasar selanjutnya. Adapun angka 87 persen yang menjadi indikator pemulihan tersebut hanya mengacu pada altcoin yang tercatat di Binance. Angka itu tidak merepresentasikan keseluruhan aset kripto yang diperdagangkan di pasar global.











