Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
For
You

Korea Selatan Kuasai 30% Perdagangan Kripto Global, Altcoin Dominan

Korea Selatan Kuasai 30% Perdagangan Kripto Global, Altcoin Dominan
ilustrasi bitcoin dan altcoin (pexels.com/rogerbrown)

Jakarta, FORTUNE - Peta perdagangan kripto global mulai bergeser, dengan Korea Selatan muncul sebagai salah satu pusat aktivitas terbesar di dunia.

Negeri ginseng itu kini menjadi salah satu pemain utama dalam pasar kripto global. Berdasarkan data terbaru dari Kaiko per 15 April 2026, negara dengan populasi sekitar 51 juta jiwa ini menyumbang sekitar 30 persen dari total volume perdagangan kripto dunia.

Mengutip CoinMarketCap, porsi tersebut menempatkan Korea Selatan di posisi terdepan dalam aktivitas transaksi kripto global. Menariknya, sekitar 85 persen dari total volume perdagangan di negara tersebut berasal dari altcoin, bukan aset utama seperti Bitcoin maupun Ethereum.

Dominasi ini didukung oleh bursa lokal seperti Upbit dan Bithumb, yang mencatat rata-rata volume transaksi hingga US$26 miliar per minggu. Sebagai perbandingan, bursa kripto di Jepang hanya mencatat volume sekitar US$2 miliar hingga US$3 miliar per bulan, menunjukkan perbedaan aktivitas yang signifikan.

Meski demikian, Jepang masih unggul dalam hal kedalaman pasar Bitcoin, yang memungkinkan transaksi dalam jumlah besar oleh investor institusi berlangsung lebih stabil tanpa memicu volatilitas harga yang tinggi.

Dari sisi struktur, pasar kripto di Korea Selatan menunjukkan karakteristik yang berbeda dibandingkan tren global. Data Kaiko mencatat bahwa 85 persen transaksi berasal dari altcoin, sementara Bitcoin hanya berkontribusi sekitar 9 persen dan Ethereum sekitar 6 persen.

Komposisi ini berbanding terbalik dengan bursa global seperti Coinbase, di mana Bitcoin dan Ethereum mendominasi hingga sekitar 70 persen transaksi.

Fenomena ini mencerminkan kuatnya peran investor ritel di Korea Selatan yang cenderung mencari peluang keuntungan dari token berkapitalisasi kecil. Dari sisi budaya, pembatasan aktivitas perjudian di negara tersebut membuat perdagangan kripto menjadi salah satu alternatif spekulasi berisiko tinggi yang legal.

Selain itu, struktur pasar juga berperan. Bursa seperti Upbit dan Bithumb menerapkan standar seleksi aset yang relatif ketat, sehingga token yang berhasil terdaftar kerap mengalami lonjakan likuiditas dan harga dalam waktu singkat—fenomena yang dikenal sebagai “Upbit effect”. Salah satu contohnya adalah Enjin Coin yang sempat mencatat lonjakan harga setelah masuk dalam daftar aset aktif di Bithumb.

Selama ini, pasar kripto Korea Selatan didominasi investor ritel. Namun, dinamika tersebut mulai berubah seiring kebijakan baru pemerintah. Pada Januari 2026, Financial Services Commission mengakhiri larangan investasi kripto oleh korporasi yang telah berlangsung selama sembilan tahun.

Kini, perusahaan publik dan investor profesional diperbolehkan mengalokasikan hingga 5 persen dari modal mereka ke 20 aset kripto teratas melalui bursa resmi. Diperkirakan sekitar 3.500 entitas memenuhi kriteria untuk berpartisipasi, dengan peningkatan aktivitas yang diproyeksikan terjadi pada paruh kedua 2026.

Pemerintah juga tengah mengkaji pengembangan stablecoin berbasis won serta kemungkinan peluncuran ETF Bitcoin spot domestik melalui kerangka regulasi baru. Meski demikian, sebagian pihak menilai batas investasi 5 persen masih relatif konservatif dibandingkan kebijakan di Amerika Serikat, Jepang, maupun Uni Eropa.

Masuknya investor institusi berpotensi mengubah struktur pasar kripto Korea Selatan. Dominasi altcoin diperkirakan akan berkurang, sementara likuiditas Bitcoin berpotensi meningkat.

Namun, sejumlah risiko tetap perlu diperhatikan. Otoritas keuangan mencatat sekitar sepertiga transaksi berasal dari perdagangan otomatis berbasis API, yang berpotensi meningkatkan risiko manipulasi pasar. Selain itu, fenomena “Kimchi Premium” atau selisih harga antara pasar lokal dan global, masih menjadi karakteristik khas pasar kripto di negara tersebut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pingit Aria
EditorPingit Aria
Follow Us

Latest in Market

See More

BEI Implementasi Liquidity Provider Saham, 5 Saham Masuk Kuotasi Awal

20 Apr 2026, 14:16 WIBMarket