Dividen Phapros Kembali Setelah Absen 2 Tahun: Total Rp4,12 Miliar
- PT Phapros Tbk kembali membagikan dividen tunai Rp4,12 miliar setelah dua tahun absen, dengan rasio pembayaran 15 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
- Perusahaan berhasil membalikkan kerugian Rp290,6 miliar pada 2024 menjadi laba bersih Rp27,44 miliar di 2025 berkat lonjakan penjualan dan efisiensi biaya.
- Penjualan meningkat 26,34 persen menjadi Rp940,88 miliar didorong pertumbuhan segmen OTC, OGB, dan ethical serta penurunan beban pokok dan beban usaha secara signifikan.
Jakarta, FORTUNE - Produsen Antimo, PT Phapros Tbk (PEHA), menyetujui pembagian dividen tunai sejumlah Rp4,12 miliar kepada para pemegang saham, sesuai hasil RUPST Tahun Buku 2025.
Direktur Utama PEHA, Intan Abdams Katoppo, mengatakan, dengan jumlah dividen itu, rasio pembayaran dividen PEHA mencapai 15 persen dari laba bersih perseroan pada 2025, yakni Rp27,44 miliar.
Ini merupakan pembagian dividen pertama PEHA sejak tahun buku 2024. "Dengan lonjakan penjualan dan laba bersih, Phapros memutuskan membagikan dividen kepada pemegang saham sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas investor," ujar Intan melalui keterangan RUPST, dikutip Jumat (12/6).
Selain untuk dividen, laba bersih PEHA juga dilaokasikan sebagai laba ditahan untuk dana cadangan dan belanja modal, atas kebutuhan pemenuhan compliance untuk industri farmasi. Tujuannya, mempertahankan keberlanjutan keuntungan.
"Sehingga bisa terus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham pada tahun-tahun berikutnya," kata Intan.
Sebagai konteks, sepanjang 2025, PEHA membalikkan kerugian bersih senilai Rp290,6 miliar pada 2024. Penjualan perseroan juga meningkat sebesar 26,34 persen (YoY) menjadi Rp940,88 miliar, berkat pertumbuhan seluruh segmen bisnis.
Dari segmen produk OTC, penjualan naik 43,2 persen. Penjualan segmen obat generik berlogo (OGB) meningkat 13,95 persen; sedangkan segmen ethical bertumbuh 55 persen.
Selain itu, Phapros juga menerapkan sejumlah strategi efisiensi. Itu membuat beban pokok penjualan menurun 5,41 persen menjadi Rp448,37 miliar. Sejalan dengan itu, beban usaha pun turun 14,64 persen menjadi Rp406,43 miliar. Alhasil, rasio beban pokok penjualan terhadap penjualan yang turun pun berkurang dari 63,65 persen pada 2024 menjadi 47,65 persen.
Pada 2026, PEHA membukukan penjualan Rp221,09 miliar pada kuartal-I 2026, naik 10,17 persen. Laba bersih juga meningkat 112,86 persen (YoY).











