Baca artikel Fortune IDN lainnya di IDN App
Install

Daftar Saham AI 2026 yang Menarik Dicermati, Ada Nvidia

Daftar Saham AI 2026 yang Menarik Dicermati, Ada Nvidia
ilustrasi AI (unsplash.com/Growtika)
Intinya Sih
  • Belanja infrastruktur AI global diproyeksikan mencapai US$497 miliar pada 2026, naik 56 persen.

  • Nvidia, Microsoft, Alphabet, Amazon, Palantir, Marvell, dan Digital Realty menjadi emiten yang disorot berkat ekspansi produk, infrastruktur, layanan, atau kapasitas terkait AI.

  • Prospek AI didukung proyeksi belanja hyperscaler hingga US$800 miliar pada 2026, namun risiko meliputi valuasi tinggi, keterlambatan pusat data, dan belanja modal besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kecerdasan buatan (AI) semakin menarik perhatian pelaku pasar pada 2026 seiring meningkatnya investasi untuk membangun infrastruktur pendukungnya. IDC memproyeksikan belanja infrastruktur AI global mencapai US$497 miliar pada 2026, naik sekitar 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan investasi itu berpotensi menguntungkan perusahaan di berbagai mata rantai industri. Berdasarkan sejumlah proyeksi dan kinerja perusahaan, berikut daftar saham AI yang bisa dicermati pada 2026.

Daftar saham AI 2026

1. Nvidia (NVDA)

Nvidia masih menjadi salah satu emiten yang paling erat dikaitkan dengan perkembangan kecerdasan buatan. Perusahaan ini memasok graphics processing unit (GPU) atau unit pemrosesan grafis untuk melatih dan menjalankan berbagai model AI generatif.

Pada kuartal pertama tahun fiskal 2027 yang berakhir 26 April 2026, pendapatan segmen data center Nvidia mencapai rekor US$75,2 miliar atau tumbuh 92 persen secara tahunan. Segmen tersebut menjadi kontributor terbesar pada total pendapatan Nvidia yang mencapai US$81,6 miliar, naik 85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

CEO Nvidia Jensen Huang menyebut pembangunan AI factory sebagai ekspansi infrastruktur terbesar dalam sejarah manusia. Posisi Nvidia di industri AI juga tidak hanya ditopang bisnis cip, tetapi mencakup teknologi jaringan, perangkat lunak, serta platform komputasi terintegrasi untuk pusat data.

2. Microsoft (MSFT)

Microsoft menjadi salah satu perusahaan teknologi yang agresif mengembangkan kecerdasan buatan melalui investasi infrastruktur serta kemitraan dengan OpenAI. Teknologi AI juga telah diintegrasikan ke berbagai produk dan layanan perusahaan, termasuk Azure, Microsoft 365 Copilot, GitHub Copilot, serta Bing dan Edge.

Microsoft turut menyediakan Microsoft Foundry, dulu bernama Azure AI Foundry. Platform tersebut untuk membangun, mengembangkan, dan mengelola aplikasi serta agen AI.

Microsoft terus meningkatkan investasinya untuk memenuhi permintaan layanan AI. Sepanjang tahun fiskal 2026, perusahaan menambah 88 pusat data dan menargetkan kapasitas komputasinya meningkat sekitar dua kali lipat dalam dua tahun.

3. Alphabet (GOOGL)

Saham AI di 2026 yang menarik perhatian selanjutnya adalah Alphabet (GOOGL. Perusahan ini mengintegrasikan AI ke berbagai lini bisnis, termasuk Google Search, YouTube, Google Cloud, dan Workspace melalui model Gemini.

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan cip AI sendiri berupa Tensor Processing Unit (TPU) serta memperluas investasi infrastruktur AI. The Motley Fool mewartakan Alphabet menyiapkan belanja modal sekitar 180 hingga 190 miliar dolar AS pada 2026, sebagian besar untuk pengembangan AI.

4. Amazon (AMZN)

Amazon memperkuat bisnis AI melalui Amazon Web Services (AWS), terutama lewat layanan Amazon Bedrock. Layanan ini memungkinkan pelanggan memanfaatkan berbagai foundation model.

Penerapan AI juga ditempatpkan pada Alexa+, Amazon Seller Assistant, serta berbagai layanan e-commerce perusahaan. Amazon turut menjadi investor Anthropic yang mengembangkan model AI generatif.

5. Palantir Technologies (PLTR)

Palantir Technologies merupakan perusahaan perangkat lunak yang menyediakan platform integrasi dan analisis data bagi pelanggan komersial serta pemerintah. Perusahaan memperluas bisnis AI melalui Artificial Intelligence Platform (AIP), yang membantu organisasi menghubungkan model AI dengan data dan kegiatan operasional.

Pada kuartal I 2026, pendapatan Palantir mencapai US$1,63 miliar atau tumbuh 85 persen secara tahunan. Perusahaan membukukan margin kotor 87 persen serta arus kas bebas disesuaikan sebesar US$925 juta dengan margin 57 persen.

Palantir juga memperluas kolaborasi dengan Nvidia melalui SovereignAIOS, sistem yang menggabungkan perangkat keras Nvidia Blackwell Ultra dengan rangkaian perangkat lunak Palantir. Di sektor pemerintahan, perusahaan memiliki kontrak payung dengan Angkatan Darat AS.

6. Marvell Technology (MRVL)

Marvell Technology berfokus pada pengembangan silikon khusus dan teknologi interkoneksi berkecepatan tinggi untuk pusat data AI. Produk perusahaan mencakup application-specific integrated circuit (ASIC), data center switch, serta pemroses sinyal digital optik yang membantu memindahkan data di dalam dan antar pusat data.

Marvell juga mengembangkan portofolio konektivitas optik 1,6 terabit per detik. Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan transfer data pada pusat data yang mengoperasikan ratusan ribu GPU dan mesin komputasi lainnya.

7. Digital Realty Trust (DLR)

Digital Realty Trust merupakan operator data center yang banyak mendapat perhatian seiring meningkatnya kebutuhan kapasitas komputasi AI. Permintaan penyewaan pusat data mencapai rekor baru pada kuartal I 2026, termasuk kontrak AI sebesar 200 MW. Perusahaan juga menaikkan proyeksi funds from operations tahun 2026 menjadi 8,00-8,10 dolar AS per saham.

Prospek saham AI ke depannya masih ditopang oleh tingginya belanja infrastruktur digital. Moody’s memperkirakan belanja modal perusahaan hyperscaler mencapai US$785 miliar pada 2026 dan mendekati US$1 triliun pada 2027.

Namun, besarnya prospek tersebut tidak menghilangkan risiko investasi. Investor perlu mempertimbangkan valuasi saham yang tinggi, persaingan teknologi, ketergantungan pada pelanggan besar, keterlambatan pembangunan pusat data, serta besarnya belanja modal yang dapat menekan arus kas perusahaan.

Karena itu tetap perlu menilai fundamental, valuasi, dan profil risiko setiap emiten sebelum mengambil keputusan investasi.

Sanggahan: Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli, menjual, maupun mempertahankan instrumen investasi tertentu. Seluruh keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Kami tidak bertanggung jawab atas segala risiko, kerugian, ataupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

FAQ seputar daftar saham AI 2026

Mengapa Nvidia menjadi saham AI yang paling banyak diperhatikan?

Nvidia memasok GPU yang menjadi komponen utama untuk pelatihan dan operasional model AI.

Apakah ada saham AI dari Indonesia?

Salah satunya adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang mengembangkan bisnis pusat data berbasis AI.

Apa risiko investasi saham AI?

Risiko utamanya meliputi valuasi tinggi, volatilitas, persaingan teknologi, geopolitik, dan kebutuhan belanja modal yang besar.

Share Article
Editorial Team

Latest in Market

See More