Penjualan Tumbuh 13 Persen, Laba Multi Bintang Naik Jadi Rp228,98 Miliar
- PT Multi Bintang Indonesia Tbk mencatat penjualan kuartal I-2026 sebesar Rp758,54 miliar, naik 13 persen dari tahun sebelumnya, dengan laba bersih meningkat menjadi Rp228,98 miliar.
- Perusahaan menjalankan tiga pilar strategi bisnis: memperkuat merek BINTANG di segmen mainstream, membangun fondasi Heineken di segmen premium, dan memperluas aksesibilitas lewat inovasi produk serta kemasan.
- MLBI melakukan perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris untuk memperkuat tata kelola perusahaan, menghadirkan pemimpin baru dari jaringan global HEINEKEN guna mendukung ekspansi dan keberlanjutan bisnis.
Jakarta, FORTUNE – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) memulai tahun 2026 dengan kinerja yang positif. Pada kuartal I-2026, produsen minuman tersebut mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp758,54 miliar, meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp669,96 miliar.
Pertumbuhan penjualan tersebut turut mendongkrak profitabilitas perseroan. Laba bruto tercatat naik 19 persen, sementara margin laba usaha meningkat menjadi 37,9 persen. Di sisi laba bersih, MLBI membukukan keuntungan sebesar Rp228,98 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp194,81 miliar pada kuartal I-2025.
Presiden Direktur Multi Bintang Indonesia, Roland Bala, mengatakan capaian pada awal tahun ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis di tengah dinamika pasar.
“Kami terus fokus memperkuat portofolio merek, memperluas jangkauan konsumen, serta menjaga disiplin operasional untuk mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” kata dia dalam keterangannya, Kamis (11/6).
Untuk menjaga momentum pertumbuhan, perseroan menjalankan tiga pilar utama strategi bisnis. Pertama, memperkuat posisi merek BINTANG di segmen mainstream. Kedua, membangun fondasi merek Heineken di segmen premium. Ketiga, memperluas aksesibilitas melalui inovasi produk dan kemasan.
Di segmen mainstream, perusahaan terus mengembangkan portofolio BINTANG, mulai dari BINTANG Pilsener dan BINTANG Crystal hingga varian berperisa seperti BINTANG Radler, BINTANG Anggur Merah, serta BINTANG Arak Jeruk & Madu untuk menjawab preferensi konsumen yang semakin beragam.
Sementara pada segmen premium, Heineken memperkuat kedekatan dengan konsumen melalui berbagai aktivasi dan pengalaman merek, termasuk kampanye global bersama UEFA Champions League serta dukungan terhadap berbagai festival musik yang ditujukan untuk menciptakan koneksi sosial dengan pelanggan.
MLBI juga memperluas portofolio produknya melalui peluncuran Kawan Senja, yang diposisikan sebagai bir berkualitas dengan standar produksi internasional namun ditawarkan pada harga yang lebih terjangkau. Produk ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman menikmati bir yang ringan dan menyegarkan bagi segmen konsumen yang lebih luas.
Selain fokus pada pengembangan bisnis, perseroan melakukan perubahan dalam susunan Direksi dan Dewan Komisaris sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan memastikan kesinambungan bisnis.
Pada jajaran Direksi, Stephanie Yolande Peregrin digantikan oleh Thomas Hylke Jogchum Zandt. Sementara di Dewan Komisaris, Gagan Sawhney dan Daaf Jacobus van Tilburg ditunjuk menggantikan Uday Shankar Sinha serta Jose Rolando Saenz Dominguez.
Menurut perusahaan, Gagan saat ini menjabat sebagai Regional Chief Financial Officer (CFO) Asia Pasifik di HEINEKEN, sedangkan Daaf memiliki pengalaman kepemimpinan yang panjang di berbagai pasar global HEINEKEN. Kehadiran keduanya diharapkan membawa perspektif baru sekaligus memperkuat kesiapan organisasi menghadapi dinamika industri.
Roland menegaskan bahwa pencapaian pada kuartal pertama menjadi landasan penting bagi langkah ekspansi berikutnya.
“Kinerja yang kami capai hari ini menjadi fondasi untuk langkah berikutnya. Dengan kepemimpinan yang kuat dan tata kelola yang solid, kami yakin bahwa Multi Bintang Indonesia dapat terus mengeksekusi strategi pertumbuhan, memperkuat daya saing, dan menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” tuturnya.









